hasto

Hasto Kristiyanto

Jakarta, LiputanIslam.com — Polemik atas penetapan tersangka Komjen Budi Gunawan oleh Korupsi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergulir. Kali ini, Plt Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa Abraham Samad pernah bertemu dengan beberapa petinggi PDIP yang menjadi Tim Sukses Joko Widodo sebelum pilpres. Menurut dia, pertemuan pertama digelar di apartemen di kawasan SCBD, Jakarta, yakni The Capital Residence.

“Pertemuan terjadi pada periode Februari-Mei 2014. Pada saat melakukan pertemuan-pertemuan itu, Bapak Abraham Samad selalu menggunakan ini, masker berwarna hijau, dan topi warna hitam,” ujar Hasto sambil memperagakan kepada wartawan bagaimana penampilan Abraham ketika itu. Hasto dalam konferensi pers di Jakarta, hari ini, Kamis, 22 Januari 2015 juga mengenakan masker hijau dan topi hitam.

Abraham bertemu petinggi PDIP, menurut Hasto, untuk menjajaki peluang dia menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi dalam Pemilu 2014. Namun, menurut Hasto, pada akhirnya Jokowi memilih Jusuf Kalla sebagai wakilnya karena alasan rasional politis.

“Kenapa baru saya sampaikan sekarang? Karena (pertemuan Samad-PDIP) baru dikatakan fitnah (oleh Abraham) beberapa hari yang lalu,” kata Hasto.

Pertmuan antara Abraham dengan elit PDIP menjadi pergunjingan massal sejak seorang Kompasianer menuliskan artikel yang berjudul ‘Rumah Kaca Abraham Samad’.

Lalu bagaimana tanggapan Abraham terkait pernyataan Hasto?

Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi mengatakan, setelah Hasto memberikan pernyataan tentang adanya pertemuan antara Abraham dan petinggi partai politik tentang pencalonan Abraham sebagai wakil presiden, jajaran struktural KPK meminta penjelasan dari Abraham tentang tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepada Abraham. Dalam pembicaraan tersebut, Abraham membantah pernyataan Hasto.

“Bahwa semua yang disampaikan itu adalah fitnah belaka. Pak Abraham membantah dengan keras apa yang dituduhkan oleh Pak Hasto cs,” kata Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi di Gedung KPK, Kamis 22 Januari 2015 seperti dilansir kompas.com.

Johan mengatakan, KPK memberi kebebasan berpendapat kepada semua pihak terhadap KPK. Namun, ia meminta agar pendapat itu disertai dengan bukti-bukti kuat.

Sedangkan Hasto menegaskan akan membawa saksi yang menguatkan bahwa bertemuan itu benar-benar terjadi. Bahkan Hasto mengaku dirinya punya bukti otentik berupa foto atas pertemuan itu.

Tjahjo Kumolo: Tidak Ada Pertemuan Dengan Abraham Samad

Meski Hasto menyatakan bahwa telah pertemuan antara PDIP-Abraham, namun hal berbeda diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Seperti diketahui, Tjahjo menjabat sebagai Sekjen DPP PDIP sebelum ia dilantik sebagai menteri.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Dari wawancara yang dilakukan oleh Kompas TV, Andi mengaku bahwa pertemuan antara Abraham dan KPK tidak memungkinkan.

“Pak Abraham kan kalau kemana-mana didampingi pengawal, jadi tidak memungkinkan adanya pertemuan tersebut,” ujar Andi.

Ketika masing-masing pihak memberikan keterangan yang berbeda, siapa yang layak dipercaya? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*