Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Pemerintah memutuskan tidak akan menaikkan gaji PNS pada tahun depan. Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Askolani menyampaikan, anggaran gaji ASN (Aparatur Sipil Negara) tahun depan sama seperti tahun ini yaitu sebesar Rp 368,6 triliun. Jadi,  ASN akan mendapat penghasilan dan insentif yang sama seperti yang sudah diterima tahun ini.

Baca: BKN Pecat 1.906 PNS Terlibat Korupsi

“Anggarannya sama dengan 2019. Paling naik sedikit, biasanya PNS itu ada yang naik pangkat. Kemudian, kalau ada mereka kenaikan tunjangan kinerja oleh reformasi birokrasi, itu bisa naik tapi nggak banyak. Secara umum kita pertahankan anggaran nya sama,” kata dia.

Meski demikian, pemerintah tetap memberikan gaji dan pensiun ke-14 serta Tunjangan Hari Raya (THR) untuk menjamin kesejahteraan aparatur negara.

Hal tersebut diafirmasi oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana. Dia mengatakan, gaji PNS tidak naik, tapi tetap mendapatkan tunjangan ke-13 dan ke-14.

“Gaji kan di APBN tidak naik, tapi tetap ada tunjangan ke-13 dan ke-14 (Tunjangan Hari Raya/THR),” kata Bima di Jakarta, Senin (19/8).

Menurut Bima, apabila PNS diharuskan naik gaji, maka kenaikannya sebesar angka inflasi. Tapi menurut dia, aparatur negara harus mengerti beban fiskal yang ditanggung negara sehingga pengeluaran negara harus mendahulukan rakyatnya.

“Ya sesuai inflasi saja. Tapi kan kita juga sebagai abdi negara juga harus memahami beban fiskal yang ditanggung negara. Pajaknya seperti apa perubahan-perubahan seperti apa, kita lebih mendahulukan masyarakatlah dari pada PNS sendiri,” ujarnya. (sh/detik/merdeka)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*