polisi igualaMexico City, LiputanIslam.com — Pemimpin kelompok gangster Guerreros Unidos, Benjamin Mondragón, tewas dalam tembak-menembak dengan aparat keamanan yang hendak menangkapnya, Selasa petang (14/10). Demikian keterangan kepolisian Mexico. Sebagian sumber menyebutkan Mondragón melakukan bunuh diri sebelum ditangkap.

Situs Wall Street Journal melaporkan, Rabu (15/10), aparat keamanan berhasil melacak keberadaan Mondragón di sebuah rumah di pinggiran kota Cuernavaca di selatan Mexico City, dimana tembak-menembak terjadi yang menewaskan Mondragón.

Para pejabat kepolisian meyakini Mondragón berkolaborasi dengan kepolisian Iguala dalam peristiwa penembakan dan penculikan puluhan pelajar sekolah keguruan oleh aparat kepolisian di kota Iguala, negara bagian Guerrero pada 26 September lalu.

Kematian Mondragón yang dikenal juga dengan nama Benjamón, atau Big Ben, terjadi sehari setelah demonstran yang marah membakar sebagian dari kantor pemerintahan dan parlemen negara bagian Guerrero. Mereka menuntut dikembalikannya para pelajar yang diculik serta pengunduran Gubernur Angel Aguirre.

Dalam sebuah wawancara televisi, Aguirre mengatakan bahwa dirinya tidak akan mundur dari jabatannya dan bertekad untuk melanjutkan pencarian para pelajar yang hilang.

“Saya punya keyakinan kuat bahwa para pelajar itu masih hidup,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan setelah polisi memastikan bahwa 28 mayat yang ditemukan dalam beberapa kuburan massal di Iguala paska para pelajar tersebut, bukan bagian dari 43 pelajar yang hilang.

Aparat penegak hukum telah menahan sekitar 50 orang, termasuk 36 polisi, dari Iguala dan kota terdekat. Polisi dan tentara kini juga tengah memburu Walikota Iguala José Luis Abarca beserta istri dan kepala kepolisian Iguala yang melarikan diri setelah mendapat panggilan pemeriksaan.

Insiden di Iguala ini menjadi pukulan keras pemerintahan President Enrique Peña Nieto yang tengah berusaha memulihkan pertumbuhan ekonomi dari dampak perang melawan kelompok-kelompok kejahatan yang digelar para pendahulunya.

“Insiden ini menghancurkan strategi Peña Nieto untuk mengalihkan perhatian dari masalah keamanan kepada keberhasilan ekonomi. Peristiwa ini, sekali lagi membuktikan bahwa masalah kekerasan dan ketidak-amanan jauh lebih dalam dari yang diperkirakan dan tidak bisa diselesaikan dengan cepat,” kata pengamat politik Jorge Chabat kepada situs online El Palenque.

Sementara itu ratusan pelajar dari beberapa negara bagian seperti Michoacán dan Oaxaca, juga dari Mexico City dikabarkan tengah bergerak menuju ibukota Guerrero Chilpancingo untuk turut berpartisipasi dalam aksi-aksi demonstrasi menuntut keadilan atas hilangnya para pelajar.

Lebih dari 100.000 orang tewas akibat pembunuhan terkait dengan kejahatan obat-obatan terlarang sejak tahun 2006.

Meski sejak tahun 2000 pemerintah Mexico melancarkan operasi penumpasan organisasi-organisasi kriminal dan puluhan gembong narkoba telah ditangkap, kelompok-kelompok itu tetap bisa bertahan, dan salah satunya adalah kelompok Guerreros Unidos. Mereka tetap eksis karena dukungan aparat keamanan dan pejabat-pejabat birokrat korup.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL