Foto: Tribunnews.com

Foto: Tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com – Pengesahan UU Pilkada melalui DPR dini hari tadi mengundang kekecewaan dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Meski begitu, SBY menghormati proses politik itu.

“Saya kecewa dengan hasil dan proses politik di DPR, meski saya hormati proses politik itu sebagai seorang demokrat . Tapi sekali lagi, saya kecewa dengan proses dan hasil itu,” kata SBY, seperti dilansir Detik.com. (Baca: Seperti ini, Pro-Kontra Pengesahan UU Pilkada)

Pernyataan SBY ini disampaikan kepada wartawan di Hotel Willard Intercontinental, Washington DC, Kamis (24/9/2014). Ia menyampaikan pernyataan khususnya ini dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

SBY mengatakan bahwa ia akan memantau perkembangan politik terkait hal ini. SBY juga masih menunggu laporan lengkap dan faktual dari Ketua Harian DPP PD Syarief Hasan dan Ketua Fraksi PD Nurhayati Assegaf. (Baca: Akhirnya, Kepala Daerah Kembali Dipilih DPRD)

Hingga saat ini, SBY mengaku informasi terkait proses di DPR masih simpang siur. “Tadi ketika saya sedang melakukan perjalanan dari New York ke Washingtin, DC, saya ikuti perkembangan dan dinamika politik di tanah air. Meski ada hambatan komunikasi, tapi saya serta staf juga terus memantau serta mengikuti apa yang terjadi. Dengan demikian saya juga mendapatkan informasi dan laporan dari Jakarta,” kata SBY.

Pernyataan SBY ini menuai cemoohan di media sosial. Apalagi sebelumnya Fahri Hamzah pernah menuding bahwa pilkada melalui DPRD justru merupakan usulan SBY. (Baca: Fahri Hamzah Sebut Pilkada via DPRD Adalah Usulan SBY)

Yanuar Rizky, seorang ekonom menyatakan bahwa pernyataan SBY ini adalah drama semata.”Ini pernyataan terkocak dari Ketua Umum, Ketua Dewan Pembina sekaligus Presiden, masa iya untuk kapasitas seperti itu dia bilang “informasi yang masuk kepadanya simpang siur”. Tapi, itulah politisi memang dunianya adalah ‘drama’,” tulis Yanuar di wall Facebook-nya.

“Anda jangan berpikir bahwa anggota legislatif melawan perintah SBY, semuanya hanya sandiwara saja, kalau SBY menginginkan pilkada langsung, sudah sedari awal dia memberikan perintah untuk  mengikuti kehendak pemerintah. Tapi ia sengaja buat abu-abu biar terkesan SBY prihatin, tapi sejarah akan mencatat bahwa SBY adalah Bapak Demokrasi yang tidak tahu diri karena dia terpilih jadi presiden oleh rakyat,” tulis  @joesatrianie. (ph)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL