New York, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump memanfaatkan pidato keduanya di Majelis Umum PBB untuk menyerang Iran, yaitu dengan mendesak dunia untuk mengisolasi Republik Islam itu.

Dalam pidatonya di pertemuan ke-73rd Majelis Umum PBB pada Selasa (25/9/18), Trump menuding Iran mendorong terorisme, “kekacauan, kematian, dan kehancuran,” di Timur Tengah.

“Saya meminta kepada semua negara untuk mengasingkan rezim Iran selama agresi mereka berlanjut,” tegasnya. “Mereka tidak menghormati negara tetangga mereka atau hak kedaulatan negara-negara.”

Trump juga mengecam “perjanjian nuklir 2015 yang buruk” antara Iran dan enam kekuatan dunia.

Presiden ke-45 AS itu membuka pidatonya dengan memuji-muji kebijakan dalam negerinya, seperti pemotongan pajak dan pendirian dinding pembatas AS-Meksiko, sebelum menyebut kebijakan-kebijakan luar negerinya.

Trump menggembar-gemborkan “pencapaian” pemerintahannya yang “lebih dari hampir semua pemerintahan dalam sejarah Amerika.”

Menariknya, pernyataan tersebut mendapat tertawaan dari peserta Majelis Umum.

Peserta tertawa lebih keras ketika Trump mengatakan “Itu benar [apa yang saya katakan].”

Trump berhenti sejenak, lalu merespon: “Saya tidak mengharapkan reaksi itu, tapi tidak apa-apa.” (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*