gazpromMoskow, LiputanIslam.com — Perusahaan migas Rusia Gazprom Neft setuju untuk menerima pembayaran dengan mata uang yuan dan rubel.

Seperti dilaporkan kantor berita Rusia RIA Novosti mengutip Kommersant, Rabu (27/8), Gazprom akan mengekspor 80.000 ton minyak dari ladang Novoportovskoye di wilayah Arctic dengan pembayaran mata uang rubel.

Mereka juga akan mengirimkan minyak melalui jalur pipa minyak Eastern Siberia-Pacific Ocean (ESPO) dengan menerima pembayarannya dengan mata uang yuan.

Pemerintah Rusia dan beberapa negara tujuan ekspor migas Rusia telah mendiskusikan tentang pembayaran dengan mata uang rubel.

Minggu lalu Rusia juga telah mulai mengirimkan minyak dari ladang Novoportovskoye dengan kapal tanker menuju Eropa. 2 kapal tanker diharapkan tiba di Eropa September mendatang. Menurut kantor berita Kommersant, pembayaran untuk ekspor tersebut menggunakan mata uang rubel.

Tidak hanya itu, Gazprom Neft juga akan menerima pembayaran dengan menggunakan mata uang yuan untuk ekspor minyaknya melalui (ESPO). Perkembangun baru ini menurut Kommersant, disebabkan oleh sanksi yang diterapkan negara-negara barat terhadap Rusia.

Pada bulan Maret, sebagai respon atas bergabungnya Krimea dengan Rusia, AS dan Uni Eropa menerapkan sanksi terbatas terhadap Rusia. Kemudian ketika krisis Ukraina semakin memanas, AS dan sekutu-sekutunya pun memperluas cakupan sanksnya kepada Rusia.

Sebagai langkah balasan untuk melindungi kepentingan ekonominya, Rusia pun memutuskan meninggalkan mata uang dollar sebagai pembayaran untuk menghindarkan sanksi AS.

Pada tahun 2012 Gazprom Neft mendapatkan hak kuasa pengelolaan atas ladang minyak Novoportovskoye. Diperkirakan ladang ini mengandung cadangan minyak 230 milyar ton dan gas 270 milyar ton. Termasuk dalam wilayah Arctic, ladang ini terletak di wilayah otonomi Yamal-Nenets.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL