London, LiputanIslam.com–Perusahaan bank terbesar ketujuh sedunia, HSBC, memutus kerjasama dengan perusahaan kontraktor militer Israel Elbit Systems dengan alasan HAM.

Langkah HSBC ini merupakan kemenangan besar bagi gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) yang melawan penjajahan Israel atas Palestina.

Meski HSBC sendiri belum mengumumkan secara resmi keputusan tersebut, sejumlah sumber dari dalam bank mengkonfirmasikan pada Kamis (27/12) bahwa perusahaan Inggris itu telah mengakhiri investasinya di Elbit, sebuah perusahaan kontraktor militer terbesar di Israel.

HSBC mengaku tidak pernah campur tangan atas isu-isu politik, namun mereka masih “memperhatikan prinsip-prinsip hak asasi manusia internasional” yang mengatur bisnis.

Organisasi aktivis Inggris War on Want mengumumkan pada hari Kamis bahwa HSBC memutus kerjasama dengan Elbit setelah menerima lebih dari 24.000 email dari orang-orang pro-Palestina. Isi email-email ini menyatakan bahwa Elbit terlibat dalam serangan brutal terhadap masyarakat Palestina.

Para aktivis mengkritik HSBC bahwa kerjasama perusahaan itu dengan Elbit melanggar kebijakan mereka sendiri untuk tidak memberikan layanan keuangan kepada “perusahaan yang terlibat dalam produksi atau penjualan amunisi kluster.”

Kerjasama ini juga melanggar Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan HAM (UNGPs).

“HSBC telah mengambil langkah positif awal dalam mencabut investasi dengan Elbit Systems, sebuah perusahaan produsen drone, senjata kimia, sistem artileri bom curah, dan teknologi lainnya yang digunakan dalam serangan terhadap warga sipil Palestina…,” kata aktivis senior War on Want, Ryvka Barnard.

“Melakukan bisnis dengan perusahaan seperti Elbit artinya mengambil untung dari kekerasan dan pelanggaran HAM yang tidak bermoral dan melanggar hukum internasional,” tambahnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*