donald trumpNew York, LiputanIslam.com — Kaum muslim di Pakistan mengecam pernyataan anti-Islam yang disampaikan Donald Trump dengan menyebut bakal calon presiden AS dari kubu Republik itu sebagai orang fanatik yang menganjurkan kekerasan.

“Ini jenis kefanatikan yang terburuk yang bercampur dengan ketidak-pedulian. Saya bayangkan seseorang yang berharap menjadi presiden AS ingin bersaing dengan seorang ulama jahat Pakistan yang mengutuk orang dari agama lain. Kendati kami tidak semaju AS, kami tidak akan pernah memilih orang semacam itu untuk berkuasa di Pakistan,” kata Asma Jahangir, pengacara HAM terkemuka Pakistan, seperti dikutip Antara, Selasa (8/12).

Tahir Ashrafi, ketua Majelis Ulama Pakistan, menyebut komentar Trump itu menganjurkan kekerasan.

“Jika ada pemimpin muslim yang mengatakan ada perang antara Kristen dan Islam, kami pasti mengutuknya. Jadi, mengapa kita tidak mengutuk seorang Amerika jika dia berkata seperti itu?” kata dia.

“ISIS adalah masalah Suriah, bukan agama. Jika Anda menyelesaikan masalah Suriah, 75 persen masalah ISIS selesai,” sambung dia seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Trump itu sendiri disampaikan setelah penembakan massal di California selatan dan mengundang kritik dari mantan Wakil Presiden AS yang berasal dari Republik Dick Cheney dan sesama pesaingnya dari Republik Jeb Bush. Jeb Bush malah menyebut Trump tidak waras.

Penembakan massal di San Bernardino, California, dilakukan oleh suami istri Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik, yang oleh kelompok ISIS diklaim sebagai simpatisannya. Farook dilahirkan di AS, sedangkan Tashfeen lahir di Pakistan dan datang ke AS dari Arab Saudi, demikian Reuters.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL