Kabul, LiputanIslam.com—Kaum perempuan di Afghanistan kini memiliki studio yoga satu-satunya, yang terletak di kota Kabul. Menurut pendiri studio itu, Fakhria Momtaz, 42, mengatakan kepada Al Jazeera, “Semua orang di negara ini ingin menemukan kedamaian setelah menderita selama bertahun-tahun dalam perang dan konflik, tapi Anda tidak bisa membangun perdamaian di masyarakat ini jika Anda tidak damai di dalam diri sendiri.”

Menghadapi kekhawatiran bahwa Taliban akan memiliki lebih banyak kekuasaan, menyusul rangkaian perundingan antara AS dan Taliban, di Doha, Qatar, Fakhria berkata, “Jika keadaan berubah secara politis dalam waktu dekat dan Taliban kembali, kami akan membuat Taliban melakukan yoga dengan kami juga.”

Fakhria dibesarkan oleh keluarga atlet di ibukota Afghanistan. Ketika Taliban mengambil kendali pada tahun 1996, ia menjadi terlantar dan melarikan diri bersama kerabatnya ke Pakistan. Ia bersama suaminya kemudian mendirikan pusat yoga di Kabul pada 2016. Ia menjelaskan mengapa kesejahteraan wanita penting di negara yang dilanda perang. “Jika wanita di masyarakat kita tidak sehat, mental dan fisik, mereka tidak akan bisa membesarkan anak-anak mereka dengan baik,” kata Fakhria.”Yoga adalah sesuatu yang juga membantu dengan kesadaran diri, membantu dengan depresi, inilah mengapa saya pikir itu harus dapat diakses oleh wanita.”

Menurut Mahdia Joya, 21, yang telah menghadiri sesi yoga di studio Fakhria hampir setiap hari sejak 2017, kelas satu jam memungkinkan dia untuk memutuskan dari kesengsaraan yang berasal dari perang dan konflik yang sedang berlangsung.

“Setelah satu jam melakukan yoga, saya merasa santai, kurang cemas dan saya bisa fokus pada aspek-aspek positif kehidupan daripada yang negatif,” katanya kepada Al Jazeera.

“Tetapi banyak wanita seperti saya yang ingin menghadiri kelas-kelas ini tidak dapat datang karena situasi keamanan di negara kami,” lanjutnya.

Untuk  mengatasi masalah ini, Fakhria berusaha mengembangkan aplikasi yoga dan diikutsertakan dalam lomba pembuatan aplikasi di AS.

“Jika saya memenangkan lomba, kami akan mengembangkan aplikasi ini dan wanita di Afghanistan tidak perlu pergi ke luar rumah untuk melakukan yoga,” katanya. “Mereka bisa berlatih yoga di mana saja.

Kaum perempuan Afghanistan mengalami kehidupan yang sulit di bawah pemerintahan Taliban, dari 1996 hingga 2001, ketika invasi pimpinan AS menggulingkan kelompok itu. Pada era tersebut, gadis-gadis dilarang pergi ke sekolah dan universitas;  mereka juga tidak diizinkan untuk bekerja atau memilih (dalam pemilu). Selain itu, mereka juga tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam acara olahraga dan hanya bisa meninggalkan rumah jika dikawal oleh anggota keluarga laki-laki. (ra/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*