Sumber: tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) mengatakan kenaikan tarif cukai rokok yang akan berlaku awal tahun depan akan berpotensi memicu peredaran rokok ilegal.

Sekretaris Jenderal GAPPRI Willem Petrus Riwu menyampaikan, masyarakat akan mencari rokok alternatif yang lebih murah karena kenaikan tarif cukai rokok sangat tinggi.

Baca: Petani Tembakau Minta Kenaikan Cukai 7 Persen

“Kalau sudah naik gitu, apa adaya belinya akan melorot. Akhirnya rokok ilegal inilah yang nanti mengisi kekosongan ini, itu yang kami (khawatirkan),” ujar Willem, Jakarta, Jumat (25/10).

Dia mengungkapkan, daya beli masyarakat saat ini kurang kompetitif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya mencapai 5 persen. Hal ini bisa menimbulkan peredaran rokok ilegal.

Dia melanjutkan, jika terjadi demikian, maka target penerimaan negara dari cukai rokok akan terpengaruhi.

“Kami support juga agar supaya pemerintah tidak kehilangan target cukai. Masuk ilegal saya khawatir setengahnya tidak sampe targetnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita mengatakan, kebijakan menaikkan tarif cukai rokok paling rumit di dunia dan memiliki celah sehingga bisa membuat tujuan atas kenaikannya tidak optimal.

“Sistem cukai rokok di Indonesia adalah salah satu yang paling rumit di dunia dan memiliki celah yang menebabkan tujuan atas kenaikan cukai menjadi tidak optimal,” ujar Elvira, Senin (28/10).

Elvira menuturkan, efektivitas kenaikan cukai rokok itu tergantung pada sistem cukai rokok. Tapi, kenaikan cukai rokok sangat tinggi, bahkan merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Hal ini bisa berdampak pada penerimaan negara.

“Selain itu, celah ini menyebabkan hilangnya potensi penerimaan negara,” ucapnya. (sh/detikt/tempo)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*