Sumber: tirto.id

Jakarta, LipuanIslam.com— Pengamat The Indonesian Institute (TII) Center for Public Policy Vunny Wijaya menyesalkan keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan hingga dua kali lipat.

“Saya cukup menyesalkan kenaikan iuran yang drastic ini karena penyelenggara (BPJS Kesehatan) tidak konsisten dalam penyesuaian iuran,” kata dia, Rabu (30/10).

Baca: Iuran Naik, BPJS Kesehatan Kantongi Rp 1,57 Triliun

Dia mengatakan, penentuan iuran baru program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak sesuai dengan perhitungan aktuaria. Dia menuturkan, seharusnya kenaikan iuran dilakukan dalam dua tahun.

“Seharusnya dilakukan dalam dua tahun, sesuai aturan, sehingga kenaikan iuran begitu besar,” ujarnya.

Dia menyampaikan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan mencapai 100 persen padahal masyarakat perlu beradaptasi dengan perubahan kebijakan pemerintah.

Anggota Komisi XI Refrizal juga mengkritik kebijakan pemerintah dalam menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Menurutnya, kebijakan tersebut akan menggencet masyarakat yang saat ini dalam keadaan ekonomi yang sulit.

“Saya enggak setuju kalau iuran masyarakat dinaikan, enggak setuju. Kecuali iuran dari pemerintah dari APBN yang dinaikan,” ucapnya. (sh/kompas/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*