LiputanIslam.com-Pengamat Politik Ade Reza Hariyadi menilai bahwa kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) saat ini diperebutkan karena merupakan posisi yang cukup strategis. Ia mengibaratkannya dengan kursi panas.

“Kursi Ketua MPR bisa menjadi salah satu posisi politik yang strategis, terutama dalam rangka figur-figur yang berkepentingan untuk membangun popularitas dan image politik yang penting bagi persaingan di 2024. Jadi ini yang menyebabkan kursi Ketua MPR jadi ‘kursi panas’,” kata Ade saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (3/8).

Selain itu, komposisi kursi pimpinan MPR berbeda dengan DPR yang pimpinannya merupakan partai pemenang pemilu dan komposisinya sudah diatur oleh undang-undang.

Baca juga: PKB Ingin Perjuangkan Kursi Ketua MPR

“Kalau MPR kan tergantung konsensus diantara partai-partai. Sehingga terbuka ruang kompetisi politik yg berbeda dengan penyusunan komposisi di DPR. Jadi wajar kalau isu ketua MPR jadi cukup panas,” jelasnya.

Saat ini, kursi ketua MPR tengah diperebutkan oleh sejumlah elit partai politik, salah satunya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Para kader PKB pun mengusulkan Muhaimin Iskandar atau yang kerap disapa dengan Cak Imin menjadi Ketua MPR.

Pemilihan Ketua MPR RI dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan. Sejumlah nama bermunculan untuk bertarung memperebutkan kursi jabatan ketua.

Untuk pemilihan pimpinan MPR ditempuh melalui mekanisme voting. Tata cara pemungutan suara diatur dalam pasal 23 Peraturan Tata Tertib MPR. Pemilihan suara ini akan digelar tertutup dengan menggunakan bilik suara.

Pemilihan calon pimpinan MPR RI nantinya sedikit berbeda, ada aturan tambahan, yakni anggota MPR dilarang memfoto surat suaranya menggunakan kamera.

Dalam pasal 23 disebutkan, pemilihan paket calon Pimpinan MPR apabila terdapat lebih dari satu paket calon Pimpinan MPR dan terdiri atas tiga langkah, yakni pemungutan suara, penghitungan suara dan penetapan hasil penghitungan suara. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*