Stockhholm, LiputanIslam.com–Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) merilis laporan pada Senin (17/6) yang mengungkapkan bahwa Israel memiliki hampir 100 senjata nuklir, lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

SIPRI—sebuah organisasi watchdog yang meneliti konflik, perdagangan senjata, dan proliferasi nuklir—menjelaskan kepemilikan senjata nuklir Israel sebagai berikut: 30 bom gravitasi yang mampu mengirimkan senjata nuklir dengan jet tempur, 50 hulu ledak yang dapat dikirimkan oleh rudal balistik darat, dan sejumlah rudal jelajah peluncur bersenjata nuklir yang memberikan Israel kemampuan meluncurkan serangan laut kedua.

Secara total, SIPRI memperkirakan bahwa Israel memiliki senjata nuklir berjumlah antara 80 dan 90. Namun, lembaga itu tidak dapat mengkonfirmasikan perkiraan tersebut dengan pemerintah Israel yang sejak lama memiliki kebijakan untuk menolak berkomentar tentang senjata nuklir mereka sendiri. Kebijakan  ini disebut dengan “ambiguitas nuklir.”

Akibat kebijakan “ambiguitas nuklir” ini, jumlah sebenarnya dari senjata nuklir Israel tidak diketahui. Sejumlah organisasi  seperti Nuclear Threat Initiative memperkirakan bahwa Israel telah menghasilkan plutonium yang cukup untuk mempersenjatai antara 100-200 hulu ledak nuklir.

Negara Zionis ini adalah satu dari hanya lima negara di dunia yang menolak menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir, sebuah perjanjian internasional yang bertujuan untuk mengakhiri produksi senjata nuklir global. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*