Sumber: jolygram.com

Alor, LiputanIslam.com– Pemerintah daerah Kabupaten Alor terus berupaya melestarikan aset budaya yang dimiliki. Salah satunya adalah penggunaan pakaian adat tradisional yang terbuat dari kulit kayu. Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Hopni Bukang mengatakan bahwa budaya tradisional harus dipertahankan.

“Pemerintah Kabupaten ini telah berkomitmen menjaga kelestarian penggunaan pakaian kulit kayu dalam berbagai ajang budaya. Aset budaya tradisional itu tetap dipertahankan masyarakat adat di sini,” ucapnya di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti dilansir antaranews.com, pada Minggu (23/6).

Menurutnya, saat ini penggunaan pakain kulit kayu masih terus dipertahankan masyarakat dataran tinggi Kabola, Kecamatan Kabola yang secara turun temurun tetap menggunakan pakaian kulit kayu dalam berbagai ajang budaya setempat.

“Penggunaan pakaian kulit kayu masih dilakukan masyarakat adat Kabola dan telah menjadi tradisi yang dilakukan secara turun temurun ketika ada upacara adat di daerah itu,” terangnya.

Baca: Budaya Keraton Kasepuhan Jadi Sajian Utama Pariwisata Cirebon

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat ialah mewajibkan para wisatawan yang datang ke Kabola dengan mengenakan pakaian dari kulit kayu. “Hal itu medorong banyak wisatawan datang ke Kabola untuk melihat sekaligus mencoba menggunakan pakaian kulit kayu secara langsung,” katanya.

“Wisatawan sangat antusias mengenakan pakaian kulit kayu dan pakaian tradisional adat Alor saat berada di Kabola,” tambah Hopni. (aw/antara).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*