bandara hongkongHongkong, LiputanIslam.com — 3 pemimpin demonstran Hongkong dari Federasi Pelajar Hongkong ditolak masuk ke pesawat yang akan membawa mereka ke Beijing, Sabtu (15/11). Mereka bermaksud untuk menjumpai para pemimpin Cina, namun ditolak petugas bandara yang mengatakan bahwa ijin bepergian mereka tidak berlaku.

Ketiga orang itu diiringi oleh ratusan pendukungnya di bandara. Sebagian di antaranya mengembangkan payung warna kuning yang dianggap sebagai simbol perjuangan mereka.

Dipimpin oleh Alex Chow, ketua Federasi Pelajar Hongkong, sebelumnya mereka mengatakan bermaksud untuk menemui langsung Perdana Menteri Cina Li Keqiang untuk menyampaikan tuntutan mereka bagi demokrasi yang lebih luas di Hongkong dengan penggelaran pemilihan umum langsung tanpa keterlibatan pemerintah Cina. Hal ini dilakukan setelah mereka merasa gagal memperjuangkan aspirasinya kepada pemerintah Hongkong.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, jubir kelompok itu mengatakan bahwa mereka digagal berangkat karena ijin kembali mereka telah dibatalkan. Beijing sejak dahulu telah memblokir semua aktifis demokrasi Hongkong untuk untuk datang ke Cina.

BBC melaporkan para aktifis itu sangat tipis berpeluang untuk bisa sampai di Bandara Beijing, apalagi bertemu langsung dengan Li Keqiang. Sementara itu editorial Global Times Cina menyebutkan rencana para aktifis itu sebagai “naif”.

“Gerakan Occupy Central Hongkong telah gagal,” tulis editorial Global Times, Jumat (14/11).

Ratusan orang masih tinggal di 2 kawasan demonstrasi HOngkong, yaitu di kompleks Admiralty dan Mong Kok. Selain barikade, untuk mendukung kegiatan sehari-hari para demonstran itu melengkapi diri dengan kios-kios makanan, toilet umum dan tempat belajar.

Pengadilan Honkong telah memberi kewenangan pada pemerintah untuk membersihkan tempat-tempat demonstrasi itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL