Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud mengatakan stok beras nasional yang ada di Bulog masih bisa mencukupi kebutuhan.

Memang stok beras pada tahun ini diprediksi menurun dibandingkan pada tahun lalu. Hal ini terlihat dari penurunan produksi beras pada periode Januari-April 2019 sekitar 760 ribu ton.

Baca: CIPS: Musim Kemarau Berdampak pada Serapan Beras

Akan tetapi, Macmud menyebutkan, stok beras saat ini sekitar 2,1 juta ton. Jumlah tersebut masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan termasuk untuk menstabilisasi harga beras.

“Penurunan produksi masih bisa diatasi dengan stok yang ada,” kata dia, Rabu (17/7).

Dia menuturkan, musim kemarau saat ini memang berdampak pada tingkat volume beras. Namun, meskipun kekeringan terjadi, tapi produksi masih terus berjalan.

“Ada kekeringan tapi masih bisa berproduksi hanya tidak maksimal,” ujarnya.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh menyampaikan, gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia sudah terisi persediaan stok selama musim kemarau.

“Saat ini kami sudah sebarkan ke seluruh wilayah Indonesia, baik itu daerah kepulauan, daerah perbatasan juga sudah kami siapkan. Mengantisipasi tadi itu kekeringan dan juga terjadinya gelombang besar di wilayah kepulauan,” ucapnya.

Dia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir tentang stok beras nasional karena stok di Bulog cukup besar dan stok di masyarakat, di petani dan serta di tempat penggilingan masih ada. (sh/republika/kbr)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*