Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com—  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengatakan mencetak tenaga kerja terampil tidak mudah. Pada 2030 mendatang, Indonesia membutuhkan tenaga kerja terampil sebanyak 113 juta orang. Akan tetapi, hingga 2015 lalu, jumlah yang terpenuhi hanya 57 juta orang.

Dari jumlah tersebut, Indonesia membutuhkan 3,76 juta tenaga kerja terampil per tahun. Namun, Kemenaker baru bisa menyediakan sekitar 526 ribu atau 14,22 persen saja.

“Kebutuhan 3,7 juta tenaga kerja terampil bukan tanggung jawab Kemenaker saja, tapi seluruh komponen negara ini harus keroyokan menciptakan tenaga kerja terampil,” kata Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker Bambang Satrio Lelono, Kamis (4/7).

Baca: Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Bakal Naik 8% pada 2035 

Bambang menyebutkan, Kemenaker baru bisa menyediakan sekitar 526 ribu atau 14,22 persen saja di tengah kebutuhan tenaga kerja yang tinggi. Angka tersebut menjadi target pemerintah tahun ini.

Dia mengatakan, target tersebut dicapai melalui program Balai Latihan Kerja (BLK) yang melatih 277 ribu tenaga terampil dan program pemagangan untuk 210 ribu orang.

Dia berharap semua komponen pemerintah dan industri ikut serta dalam menciptakan tenaga kerja terampil. khususnya, sektor swasta yang bisa mengembangkan pelatihan kerja bagi karyawan.

Dalam hal ini, pemerintah tengah berencana memberikan insentif besar berbentuk super deductible tax bagi perusahaan yang berperan dalam pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Selain itu, Kemenaker bekerja sama dengan lembaga internasional untuk sertifikasi interansional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (sh/antaranews/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*