isissuspectbombingPetaling Jaya, LiputanIslam.com — Seorang warga Malaysia diyakini sebagai pelaku pemboman bunuh diri yang menghancurkan markas pasukan Irak di Anbar dan membunuh 25 tentara Irak, tanggal 26 Mei lalu.

Ahmad Tarmimi Maliki (26 tahun) adalah seorang pekerja pabrik dari Selangor. Ia kini dikenal sebagai pembom bunuh diri pertama asal Malaysia yang bekerja untuk kelompok teroris Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau sering disebut juga ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).

Laporan-laporan menyebutkan bahwa Ahmad Tarmimi, yang pernah menjalani pelatihan militer di Port Dickson, Malaysia akhir tahun lalu, telah menabrakkan kendaraan SUV yang dipenuhi dengan berton-ton bahan peledak, ke markas pasukan khusus Irak di Anbar, meledakkan gedung bersama dirinya.

Cerita tersebut telah diposting di situs resmi ISIL dengan judul “Mujahidin Malaysia Syahid Dalam Operasi Syahid”. Disebutkan dalam tulisan itu bahwa Tarmimi adalah pembom bunuh diri pertama asal Malaysia di Irak.

Serangan tersebut menjadi pembuka dari serangan besar-besaran ISIL terhadap markas pasukan Irak tersebut yang berhasil merampas sejumlah besar persenjataan militer Irak.

Sebagaimana dilaporkan Straits Times, Minggu (15/6), keluarga Tarmimi mengaku terakhir bertemu dengannya pada bulan Maret sebelum ia pergi ke Timur Tengah untuk belajar agama. Sebelumnya ia telah bekerja sebagai buruh pabrik sejak 2012 di Selangor. Menurut mereka Tarmimi tidak menunjukkan tanda-tanda keanehan sebelum pergi, meski mereka mengaku ia tampak lebih taat beribadah dan pendiam.

Dari status-status Facebook yang dipostingkannya, ia diketahui pergi ke Suriah melalui Turki sebelum berakhir di Irak.

Sumber-sumber inteligen menyebutkan kepada Straits Times bahwa ISIL memiliki jaringan aktif di Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia. Mereka mencari pemuda-pemuda untuk dididik menjadi pembom bunuh diri di Timur Tengah.
Diburu Polisi Malaysia
Sementara itu terkait keberadaan jaringan ISIL di Malaysia, polisi menyatakan tengah melakukan operasi pencarian terhadap para anggota jaringan kelompok ini di Malaysia.

Inspektur Jendaral Polisi Malaysia, Tan Sri Khalid Abu Bakar, mengatakan, Senin (16/6): “Kami terus melakukan pengawasan terhadap mereka dan meningkatkan upaya-upaya untuk melawan orang-orang itu.”

Sedangkan Mendagri Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi mengatakan bahwa polisi akan melakukan penyelidikan menyeluruh atas latar belakang personil keamanan Malaysia untuk mencegah penyusupan kelompok-kelompok teroris di tubuh aparat keamanan Malaysia.(ca/straits times)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL