Jokowi luncurkan KIP, KIS, KSKS, foto: Liputan6

Jokowi luncurkan KIP<, KIS, KSKS, foto: Liputan6

Jakarta, LiputanIslam.com — Presiden Indonesia Joko Widodo hari ini secara resmi meluncurkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera (KSKS) tahap pertama. Ditemani oleh Ibu Negara Iriana, ia menyerahkan kartu tersebut secara simbolik kepada warga yang memadati Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat, (3/11/2014)

KIP, KIS dan KSKS merupakan program unggulan di bawah komando Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Ia akan fokus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing dengan menggulirkan program Kartu Keluarga Produktif yang terdiri dari KIS, KIP dan KSKS.

Lalu, apa bedanya KIS dengan Kartu Jaminan Sosial (KJN) yang telah ada?

Puan, dalam wawancaranya dengan Net TV menjelaskan, bahwa jika KJN bisa dipergunakan untuk pengobatan, maka KIS bisa digunakan bukan hanya untuk pengobatan, tetapi juga bisa digunakan untuk pencegahan atau tindakan preventif lainnya yang dianggap perlu.

“Saat ini kami juga masih berusaha untuk mengintegrasikan KJN dan KIS ini,” tambah dia.

Sedangkan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan, mengatakan bahwa KIP akan menggantikan Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Nantinya, KIP akan dibagikan kepada anak yang masuk dalam kategori keluarga miskin dan rentan miskin. KIP akan dibagikan kepada anak yang telah memasuki usia sekolah. Untuk pendataan siapa yang berhak menerima, akan memakai data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Dari laporan Republika, adapun rincian besaran KIP untuk siswa SD adalah Rp 225 ribu/siswa/semester, SMP sebesar Rp 375 ribu/siswa/semester, dan SMA/SMK sebesar Rp 500 ribu/siswa/semester.

Pola pencairan KIP dan BSM sama. Yaitu, peserta tinggal membawa kartu tersebut ke bank atau outlet yang telah ditunjuk oleh Bank Mandiri setiap semester pada kalender sekolah.

Program KIP akan menyasar 24 juta siswa kurang mampu yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM). Tak hanya itu, peserta KIP nantinya juga bakal ditambah dari golongan anak-anak miskin tidak sekolah, dengan harapan, mereka bisa bersekolah lagi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL