monisSydney, LiputanIslam.com — Pelaku aksi penyanderaan diketahui sebagai sosok yang “berbahaya” dan “tidak stabil”. Demikian laporan BBC News, Rabu (17/12) perihal Haron Monis, orang yang mengaku sebagai ulama yang melakukan aksi penyerangan terhadap Kafe Lindt di Sydney, Senin (15/12).

Polisi mengidentifikasi Monis (50 tahun) sebagai pelarian dari Iran yang mendapatkan perlindungan pemerintah Australia tahun 1996. Ia mengaku sebagai ulama, namun ditolak oleh komunitas Muslim setempat baik yang dari kalangan Sunni maupun Syiah. Demikian BBC menyebutkan.

Keysar Trad, pendiri Islamic Friendship Association of Australia mengatakan kepada ABC TV, Selasa (16/12), “Orang ini adalah barang rusak. Ia datang dengan penyakit mental serius.”

Sementara Kuranda Seyit, Direktur Forum on Australian Islamic Relations, mengatakan kepada BBC dalam program “Five Live Breakfast” bahwa Monis tampak sebagai pribadi yang terisolir dari lingkungannya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh mantan pengacara Monis, Manny Conditsis, yang menyebutnya sebagai “berkepala batu”, meski ia membantahnya sebagai seorang jihadis.

Pada tahun 2009, Monis dituduh menghina keluarga prajurit Australia yang dikirim ke Irak dengan mengirim surat kepada mereka. Dalam surat-suratnya itu ia menyebut prajurit-prajurit Australia itu sebagai “pembunuh”.

Pada bulan Desember 2013 lalu ia bahkan dituduh melakukan tindakan persekongkolan untuk membunuh mantan istrinya, namun kasusnya ditunda atas jaminan uang. Mantan istri Monis tewas dengan kondisi tubuh tertusuk benda tajam dengan 18 tusukan pada bulan April tahun lalu. Ia juga pernah terlibat dalam 40 kasus pelecehan seksual.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL