Washington, LiputanIslam.com—Seorang senator AS dari partai Republik, John McCain, yang terkenal karena mendukung perang di Irak, Afghanistan, dan Suriah, telah meninggal dunia di umur 81 tahun.

Kantor McCain mengumumkan berita kematian sang pejabat pada Sabtu (25/8/18), bahwa “Senator John Sidney McCain III meninggal pada 4:28 sore pada 25 Agustus 2018.”

Mantan capres AS yang merupakan veteran perang Vietnam itu telah didiagnosis menderita penyakit glioblastoma, sejenis tumor otak agresif, sejak Juli 2017.

Selama 36 tahun karirnya di Kongres, McCain merupakan salah satu politisi paling berpengaruh di Amerika. Dia diketahui mendukung intervensi militer AS di Afghanistan dan Irak. Ketika warga AS kelelahan dengan peperangan, McCain memperingatkan bahwa negara membutuhkan lebih banyak tentara, dan menuntut peningkatan kekuatan bersenjata di masa pemerintahan Bush.

Karena berpengalaman dalam hal penyiksaan di perang Vietnam, McCain menerima banyak kritik karena mendukung sejumlah teknik interogasi dan penyiksaan yang dilakukan oleh CIA kepada tersangka teroris. Banyak pihak menilai teknik-teknik kejam itu berkebalikan dengan nilai-nilai Amerika dan merusak citra AS di mata dunia.

Meskipun begitu, terdapat beberapa pihak, termasuk pejabat AS Doug Ducey dan media Guardian yang tetap memuji McCain sebagai “pahlawan Amerika”.

“Dari Vietnam sampai Senat AS, jiwa pelayanan dan kesantunan yang melekat dalam hidup Sen. McCain telah menjadi contoh bagi semua rakyat Amerika, apapun itu afiliasi politiknya,” kata Ducey.

Menurut jurnalis John Pilger, melihat sejarah McCain yang gemar mendorong pembunuhan di berbagai negara di dunia, sebutan “pahlawan Amerika” tidak layak disematkan kepadanya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*