Washington, LiputanIslam.com—Sejumlah pejabat senior AS dilaporkan mendorong sanksi terhadap Cina karena telah mengimpor lebih dari satu juta barel minyak mentah dari Iran pada bulan lalu.

Menurut laporan Politico, para pejabat dari Dewan Keamanan Nasional AS kini tengah mempertimbangkan penjatuhan sanksi terhadap Cina di tengah hubungan kedua negara yang semakin memburuk akibat perang dagang.

Seperti yang diketahui sebelumnya, pemerintahan Donald Trump telah berusaha mengurangi ekspor minyak Iran hingga nol untuk meningkatkan “tekanan maksimum” pada Teheran. Presiden Trump berhasil membujuk beberapa pembeli minyak terbesar Iran seperti India, Jepang, Korea Selatan dan Turki untuk menghentikan impor.

Sebagai pembeli minyak terbesar dari Iran, Cina menentang permintaan Trump ini. Tak hanya itu, beberapa negara lain yang memiliki hubungan perdagangan, diplomatik dan keamanan yang kuat dengan AS masih membeli minyak Iran dalam jumlah besar.

Pada awal tahun ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak terkemuka untuk mendesak mereka mengurangi ekspor minyak Iran hingga nol. Beberapa eksekutif perusahaan yang diundang ke pertemuan tertutup di Houston adalah diantaranya Chevron, Total, Royal Dutch Shell, ConocoPhillips, dan Occidental Petroleum. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*