Rakhine, LiputanIslam.com–PBB kembali mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi warga Rohingya di Rakhine state, Myanmar.

Badan internasional itu pun menyerukan pemerintah Myanmar agar mengizinkan akses kemanusiaan yang “cepat dan tanpa hambatan” ke kawasan minoritas tersebut.

Permintaan ini disampaikan pada hari Senin (14/1) setelah para pejabat di Rakhine mengeluarkan pemberitahuan pelarangan organisasi non-pemerintah dan badan-badan PBB masuk ke kawasan pedesaan di lima kota Rakhine bagian utara dan pusat yang terkena dampak konflik.

“Kami sangat prihatin dengan pembatasan akses kemanusiaan ini yang mengakibatkan ribuan wanita, anak-anak, dan pria di daerah konflik hidup tanpa akses bantuan dan perlindungan yang memadai,” kata jubir Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, Pierre Peron.

“Kami berharap pemerintah menanggapi seruan kami secara positif agar akses kemanusiaan bergerak cepat dan tanpa hambatan, dan untuk memastikan perlindungan warga sipil sesuai dengan hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional,” tambahnya.

Rakhine state merupakan rumah bagi ratusan ribu warga Muslim Rohingya. Kawasan ini telah menghadapi serangkaian aksi kekerasan berturut-turut serta penumpasan militer dalam beberapa tahun terakhir. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*