Sana’a, LiputanIslam.com— Keluarga korban perang Yaman menyambut baik resolusi Dewan HAM PBB yang berisi perpanjangan mandat investigasi internasional atas kejahatan perang di negara Arab itu.

Resolusi tersebut dianggap sebagai langkah yang memperlihatkan keberpihakan Dewan HAM PBB terhadap para korban.

Amar Fares, warga Yaman yang kehilangan seluruh keluarganya akibat serangan Saudi ke rumahnya di distrik Heidah pada tahun lalu, mengatakan kepada MintPress News bahwa “perpanjangan mandat investigasi internasional memberikan kami harapan untuk pertama kalinya. Mungkin saya akan melihat setitik keadilan tercapai.”

Pada Jumat (28/918), anggota Dewan HAM PBB memberikan suara setuju 21 lawan 8 atas resolusi terbaru ini. Para pendukung resolusi ini, termasuk Uni Eropa, berpendapat bahwa tim ahli yang diberi mandat oleh Dewan pada tahun lalu masih punya pekerjaan yang harus diselesaikan. Maka, tim ini diminta memberikan laporan lain pada bulan September.

Koalisi Arab Saudi pun diketahui berupaya menggagalkan mandat ini. Badan HAM Human Rights Watch (HRW) melaporkan pada bulan lalu bahwa Saudi menyebarkan kampanye untuk mendiskreditkan dan mengacaukan investigasi PBB atas kejahatan di Yaman.

Dewan HAM PBB beberapa waktu yang lalu menyampaikan kekhawatiran terdalam atas serangan yang dilakukan oleh koalisi Arab Saudi yang didukung AS itu. Saudi dan sekutunya diketahui menerima bantuan intelijen dari AS untuk memilih target serangan udara di Yaman.

Menurut laporan PBB, serangan udara koalisi Saudi ini menyebabkan kehancuran kawasan pemukiman, pasar, acara pernikahan, fasilitas medis, dan pemakaman di Yaman. Sejak 2015 sampai kini, telah ada 10.000 warga Yaman yang tewas, dan 22 juta lainnya mengalami krisis bantuan kemanusiaan. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*