Tepi Barat, LiputanIslam.com—Pasukan Israel mengusir sebuah keluarga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem al-Quds timur lewat keputusan pengadilan yang telah berjalan lebih dari dua dekade.

Pengadilan Israel pada hari Rabu (10/7) menjatuhkan keputusan yang berpihak kepada yayasan Elad Israel. Yayasan ini berupaya meningkatkan kehadiran pemukim Yahudi di kawasan Yerusalem al-Quds. Mereka mengklaim sudah membeli properti rumah tersebut sejak lama, seperti dilaporkan oleh LSM anti-pemukiman Israel, Peace Now.

Peace Now menyebutkan bahwa rumah yang berada di pemukiman Silwan itu ditempati oleh seorang wanita Palestina berusia 53 tahun dan empat anaknya dari keluarga Siyam.

Setelah putusan pengadilan, psukan Israel segera mengusir keluarga tersebut dari rumah mereka. Menurut laporan, keluarga itu akan tinggal sementara bersama kerabat mereka.

“Mengusir kami dari rumah itu seperti mengambil jantung dari tubuh saya,” kata Ali Siyam, 20, salah satu anak dari keluarga Siyam.

Keluarga itu telah mengajukan banding dalam kasus ini namun ditolak. Mereka pun diwajibkan membayar 10.000 shekel (2.820 dolar) kepada yayasan Elad.

Peace Now mengecam tindakan otoritas Zionis ini dan menyebut para pemukim Israel “menggunakan kekuatan dan uang mereka untuk menghabiskan dan memiskinkan keluarga Palestina lewat proses hukum sehingga mereka harus setuju menjual rumah mereka.”

Yayasan Elad, yang juga dikenal dengan nama yayasan City of David, kerap memantau situs arkeologi terdekat di Silwan dan berupaya menunjukkan hubungan sejarah Yahudi dengan Yerusalem al-Quds.

Rakyat Palestina percaya bahwa rezim Israel dan kelompok-kelompok seperti Elad melakukan kampanye sistematis untuk membersihkan komunitas Palestina dari Yerusalem al-Quds. (ta/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*