Ramla, LiputanIslam.com–Pasukan militer Israel menghancurkan sebuah rumah milik keluarga Palestina di kawasan al-Nakheel, kota al-Ramla.

Pasukan bersenjata berat Israel membawa banyak bulldozer dan menyerbu pemukiman Nakheel pada Minggu (16/9/18). Mereka juga mengumumkan kawasan itu sebagai zona militer tertutup.

Menurut sejumlah sumber, pemerintah kotamadya Israel di al-Ramla memerintahkan penghancurkan rumah milik Nayef Abu Amer ini dengan tudingan rumah itu dibangun tanpa izin dari Israel.

Warga Palestina di kawasan pendudukan mengalami kesulitan untuk mendapatkan izin bangunan dari rezim Israel, sehingga mereka terpaksa membangun atau meluaskan rumah tanpa izin.

Menurut badan PBB untuk Koordinasi Hubungan Kemanusiaan (OCHA) pada Juli lalu, rezim Israel telah menghancurkan 197 bangunan milik warga Palestina di Tepi Barat selama 6 bulan pertama tahun 2018. Sementara, penghancuran di Yerusalem timur mengalami peningkatan sebesar 12 persen dibandingkan tahun lalu.

Badan HAM Human Rights Watch (HRW) pun mengecam penghancuran bangunan sekolah Palestina di Tepi Barat, dengan menyebut langkah itu sebagai bagian dari sistem diskriminasi yang dapat diklasifikasi sebagai kejahatan perang, (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*