Sumber: tempo.co

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan harga cabai merah masih tinggi di sejumlah pasar tradisional sejak Ramadan hingga setelah Lebaran karena kurangnya pasokan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Tjahya Widayanti menyampaikan, pihaknya telah melakukan pemantauan dari H-60 hingga H+5 Lebaran dan harga cabai tercatat masih tinggi.

Baca: Harga Cabai Merah dan Bawang Putih di Sukabumi Meroket

“Ini saya pelajari beberapa waktu lalu, dari H-60 hingga H+5 Lebaran harganya masih stabil tinggi. Jadi saya duga karena ada kekurangan pasokan,” kata Tjahya di Jakarta, Rabu (12/7).

Dia menuturkan, di beberapa sentra produksi memang sedang mengalami panen, akan tetapi masih bisa belum memenuhi kebutuhan pasar secara keseluruhan sehingga mempengaruhi harga.

Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai merah besar rerata nasional pada 12 Mei 2019 sebesar Rp 49.400 per kilogram (kg), cabai merah keriting sebesar Rp 47.300 per kg, cabai rawit merah sebesar Rp 39.950 per kg, dan cabai rawit hijau berada sebesar Rp 40.600 per kg.

Dia mengungkapkan, harga cabai yang tinggi memberi andil terhadap inflasi Mei 2019. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, bahan makanan menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Mei 2019 sebesar 0,43 persen. Kenaikan harga cabai merah memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,10 persen. (sh/republika/antaranews)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*