Sumber: detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan pasca aksi 22 Mei. Kekhawatiran investor telah mereda sehingga mendorong penguatan rupiah.

Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (27/5) pagi bergerak menguat 40 poin atau 0,28 persen dari Rp 14.392 per dolar AS menjadi Rp 14.352 per dolar AS.

Menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, aksi masa 22 Mei yang ricuh sempat membuat khawatir para investor.

Baca: Rupiah Terperosok ke Posisi Rp 14.525 per Dolar AS Akibat Aksi 22 Mei Rusuh

“Respons pelaku pasar tampaknya tidak terlalu panik sekalipun ada penurunan IHSG dan melemahnya rupiah tetapi penurunan tersebut tidak tajam dan tidak lama. Investor di pasar tampaknya cukup netral dan tidak terlalu kawatir,” kata Lana, Senin (27/5).

Lana memprediksi, pergerakan rupiah pada hari ini i kisaran Rp 14.400 per dolar AS hingga Rp 14.430 per dolar AS.

Ketegangan situasi dalam negeri ini sempat mendorong rupiah memasuki level psikologis Rp 14.500 per dolar AS. Berdasakan Bloomberg, nilai tukar rupiah pada Rabu (22/5) terdepresiasi 0,22 persen ke level Rp 14.512 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal menilai, situasi politik yang terjadi membawa ketidakpastian sehingga pelaku pasar merespon negatif.

“Kerusuhan buat rupiah terkoreksi,” ujarnya. (sh/republika/kompas)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*