Old City from the Mount of the OlivesParis, LiputanIslam.com — Parlemen Perancis, hari Selasa (2/12), melalui pemungutan suara yang tidak mengikat, menyatakan dukungan atas pengakuan terhadap negara Palestina.

Dalam putusan itu parlemen mendesak pemerintah Perancis untuk “menggunakan pengakuan terhadap negara Palestina sebagai instrumen untuk mendapatkan penyelesaian pasti atas konflik (Palestina-Israel)”.  Russia Today  melaporkan, Selasa (2/12) petang.

Langkah yang sama telah dilakukan oleh parlemen Spanyol minggu lalu dan parlemen Inggris bulan lalu.  Namun baru pemerintah Swedia, di antara negara-negara Eropa Barat, yang telah mengakui negara Palestina. Beberapa negara Eropa timur anggota Uni Eropa bekas anggota blok Uni Sovyet juga telah mengakui negara Palestina.

Menanggapi langkah Perancis itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai “kesalahan yang menyedihkan”.

“Pengakuan negara Palestina oleh Perancis akan menjadi kesalahan yang menyedihkan,” kata Netanyahu kepada wartawan di Jerusalem.

“Apakah mereka tidak memiliki sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan pada saat penyembelihan-penyembelihan terjadi di seluruh Timur Tengah, termasuk terhadap warga Perancis?” Tambah Netanyahu, merujuk pada aksi penyembelihan warga Perancis Herve Gourdel oleh kelompok militan Aljazair, September lalu.

Beberapa jam sebelumnya pemerintah Israel menyetujui undang-undang kontroversial Undang-Undang Negara Israel, yang oleh para aktifis demokrasi dikecam sebagai tidak demokratis. Jika disetujui parlemen (Knesset) hari ini (3/12) UU ini menetapkan Israel sebagai “negara bangsa yahudi”, menggantikan definisi sebelumnya sebagai “negara yahudi dan demokratis”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL