Foto almamarhum Nassar Taqataqa (SAFA)

Tepi Barat, LiputanIslam.com—Kemenlu Palestina menuntut penyelidikan internasional atas kematian seorang tahanan Palestina di penjara Israel.

Lewat sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa (16/7), kemenlu menegaskan bahwa aparat keamanan di Layanan Penjara Israel (IPS) bertanggung jawab penuh atas kematian Nassar Taqataqa (31) dari di Penjara Nitzan dua hari sebelumnya.

Kemenlu pun mendesak Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk membentuk komite investigasi internasional untuk menyelidiki kematian Taqataqa. Selain itu, diharapkan juga agar ICRC memberikan perlindungan hukum dan politik bagi semua tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

“Ketidakpedulian komunitas internasional… terhadap pelanggaran dan kejahatan Israel mendorong kekuatan pendudukan itu untuk terus melakukan kekejaman semacam itu,” demikian pernyataan dari kemenlu Palestina. “Kematian Taqataqa di dalam sel interogasi menuntut tindakan segera oleh Pengadilan Kriminal Internasional dan pembukaan penyelidikan resmi…,”

Kepala Komisi Urusan Tahanan, Qadri Abu Bakr, sebelumnya melapokan kepada kantor berita WAFA bahwa pasukan Israel menahan Taqataqa sekitar sebulan lalu setelah menggerebek rumah keluarganya. Pada awalnya, otoritas Zionis memindahkannya ke penjara Kishon, atau dikenal sebagai pusat penahanan al-Jalame, untuk diinterogasi sebelum ia dimasukkan ke dalam sel isolasi di Penjara Nitzan. Di penjara itulah ia meninggal dunia.

Menurut laporan anggota gerakan Fatah, Jawad Thawabteh, pasukan Israel memukuli Taqataqa dengan kejam sebelum dibawa masuk ke penjara. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*