London, LiputanIslam.com—Ratusan orang berkumpul di London, Inggris, pada akhir minggu kemarin (7/7) untuk merayakan sejarah, kesenian, dan budaya Palestina di acara Palestine Expo yang diadakan oleh LSM Friends of Al-Aqsa (FOA).

Meskipun ada upaya pemboikotan dari organisasi Pengacara Inggris untuk Israel (UKLFI), acara ini tetap menerima dukungan yang besar dari para pendukung Palestina. Para partisipan Palestine Expo memeriahkan acara dengan mengikuti acara talkshow, pameran seni, buku, pakaian, parfum, rempah-rempah dan banyak lagi.

Diadakan di venue Olympia London, acara ini diisi serangkaian pameran interaktif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu penting Palestina seperti tahanan anak, pendidikan, dan akses untuk air bersih.

Organisasi Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) juga mengadakan kegiatan bowling di mana orang-orang bisa menggelindingkan bola untuk “merobohkan apartheid” yang dilambangkan dengan pin dengan logo perusahaan-perusahaan Zionis.

Kemudian, terdapat juga arena ‘pos pemeriksaan’ yang menggambarkan penganiayaan terhadap warga Palestina. Sebuah infografis menjelaskan berapa banyak bayi yang dilahirkan di pos pemeriksaan yang seringkali dihadang oleh tentara Israel.

Sebuah model bangunan Rumah Sakit Al-Shifa di Jalur Gaza juga menjadi simbol krisis kesehatan karena kurangnya peralatan medis dan listrik. Layanan dasar tergantung pada generator listrik darurat yang tidak dapat diandalkan dan izin perjalanan untuk memasuki fasilitas-fasilitas kesehatan ini terus-menerus ditunda selama berbulan-bulan oleh otoritas Israel.

Di lantai atas, para pembicara undangan membahas berbagai masalah Palestina, dari sejarah kolonialisme, Yerusalem al-Quds, hingga trauma kesehatan mental yang diderita oleh masyarakat Palestina di bawah pendudukan.

Jurnalis dari media Haaretz, Gideon Levy, berbicara bersama mantan dirjen Al Jazeera, Wadah Khanfer, dan cucu Nelson Mandela, Nkosi Zwelivelile, untuk membahas potensi solusi satu-negara bagi konflik Israel-Palestina. (ra/middleeastmonitor)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*