Sumber: ekonomi.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan indeks keyakinan konsumen (IKK) pada September 2019 turun sebesar 1,3 poin menjadi 121,8.

Menurut Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, pemerintah perlu menjaga inflasi untuk memastikan daya beli konsumen terjaga.

Peneliti Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet menjelaskan sebab terjadinya penurunan IKK pada September 2019. Menurutnya, IKK turun karena faktor pendorong pendapatan dari bantuan sosial yang didapatkan oleh kelompok masyarakat menengah ke bawah sudah relatif lebih sedikit.

Baca: BI: Optimisme Konsumen Indonesia Terendah Sejak Oktober 2018

“Hal ini disebabkan penyaluran bansos yang sudah banyak dilakukan pada semester I, sehingga memengaruhi keyakinan konsumsen kelas tersebut” kata Yusuf, Jumat (4/10).

Selain itu, dinamika politik dan keamanan yang terjadi pada bulan lalu turut memberikan dampak terhadap konsumen kelas mengah atas.

Dia menyampaikan, pemerintah masih punya waktu 3 bulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di angka 5,1 persen. Pemerintah, kata dia, harus bisa menjaga inflasi di kisaran target.

Di samping itu, pemerintah juga perlu memberikan stimulus untuk meningkatkan investasi dengan memaksimalkan realisasi belanja modal. Sebab, konsumsi akan naik jika investasi berjalan dengan baik.

“Ini akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi dalam 3 bulan terakhir [2019]. Jika tren yang sekarang berlanjut, 5,1% merupakan angka maksimal yang bisa digapai pemerintah,”  ungkapnya. (sh/ekonomi.bisnis/wartaekonomi)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*