obama brusselsWashington, LiputanIslam.com – Presiden Amerika Serikat  Barack Obama dikabarkan telah meminta dana sebesar $ 500 juta dari Kongres untuk melatih dan mempersenjatai militan yang memerangi pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

“Meskipun kami meyakini bahwa tidak ada solusi militer untuk menyelesaikan krisis ini, dan AS tidak perlu untuk menerjunkan tentaranya dalam pertempuran, permintaan  [dana] ini mengisyaratkan adanya langkah lain yang ditempuh AS dalam membantu rakyat Suriah,” ujar Caitlin Hayden, juru bicara keamanan nasional seperti dilansir Press TV, Jumat 27 Juni 2014.

Jika permintaan ini disetujui, maka program ini akan melengkapi berbagai bantuan rahasia yang dijalankan oleh intelejen AS. Senat juga berwenang untuk menyediakan peralatan, perlengkapan dan jasa pelatihan militer kepada militan yang sedang memerangi Suriah.

Menurut pemerintahan Obama, dana yang diminta itu bertujuan untuk membantu rakyat Suriah, menstabilkan daerah yang dikuasai oposisi, memfasilitasi penyediaan layanan penting, melawan ancaman teroris, dan menegosiasikan kembali penyelesaian konflik.

National Journal mengungkapkan angka ini merupakan bagian dari anggaran 1,5 trilyun Prakarsa Stabilisasi Regional yang bertujuan membangun kemitraan dengan negara-negara tetangga Suriah seperti Yordania, Lebanon, Turki, dan Irak, guna mengimbangi ancaman terorisme yang telah menyebar di Irak. Selain itu, juga untuk membantu para pengungsi yang terlantar akibat pertempuran di Suriah.

Sedangkan laporan The Washington Post, dana ini bertujuan untuk memperluas program pelatihan rahasia yang dilakukan CIA, untuk melaksanakan Pentagon’s Overseas Contingency Operations atau Peluang Operasi Luar Negeri Pentagon.

Dikabarkan, bahwa Pemerintah Obama telah berulang kali dalam minggu terakhir menyatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan bantuan tambahan untuk oposisi moderat Suriah yang memerangi Presiden Bashar al-Assad, sekaligus memerangi Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah mengontrol berbagai daerah di Suriah dan Irak.

Lebih lanjut diungkapkan, bahwa pelatihan ini kemungkinan akan berlangsung di Yordania tempat CIA melatih pasukan pembrontak Suriah, namun ada juga kemungkinan pelatihan ini akan berlangsung di Turki.

Amerika Serikat  secara terbuka mendukung oposisi bersenjata di Suriah baik secara finansial dan militer dalam konflik panjang bertahun-tahun. Akibat krisis, 160.000 jiwa telah melayang dan jutaan penduduk Suriah terpaksa hidup dalam pengungsian. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL