obama pergiWashington DC, LiputanIslam.com — Presiden AS Barack Obama mengatakan kesiapannya AS untuk melakukan serangan terhadap kelompok ISIS di Suriah maupun Irak. Sementara Rusia memperingatkan kemungkinan AS menggunakan ISIS sebagai dalih untuk melakukan serangan terhadap pasukan Suriah.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Rabu petang (10/9), Obama mengungkapkan rencana aksi AS terhadap kelompok ISIS yang kini menguasai wilayah yang luas di Suriah hingga Irak. Ia menyebut kelompok-kelompok yang mengancam AS, termasuk ISIS, tidak akan “menemukan tempat aman” untuk berlindung.

Dalam pidato selama 15 menit itu Obama menyebutkan bahwa AS akan memimpin “koalisi besar untuk menggulung ISIS”.

“Bekerjasama dengan pemerintah Irak, saya akan meningkatkan upaya atas dasar melindungi rakyat AS sendiri dan misi-misi kemanusiaan, sehingga kami membom ISIL sementara pasukan Irak melakukan serangan,” kata Obama, sebagaimana dikutip BBC News, Kamis (11/9).

Barack juga mengumumkan penambahan pasukan baru di Irak sebanyak 475 orang, namun mereka tidak akan dilibatkan dalam misi serangan militer.

Lebih jauh Obama bahkan mengindikasikan kesiapan AS untuk melakukan serangan di wilayah Suriah, hal yang selama ini tidak pernah terjadi sebelumnya dalam konflik Suriah yang berlangsung selama 3 tahun lebih.

“Saya tegaskan bahwa kami akan memburu para teroris yang mengancam negara kami, di manapun mereka berada,” kata Obama lagi.

Namun ia menegaskan bahwa tidak ada pasukan darat Amerika yang terlibat. Ia juga menegaskan tidak akan  bekerjasama dengan regim Bashar al Assad yang juga tengah memerangi kelompok ISIS. Sebaliknya Obama menyatakan kesiapan AS untuk bekerjasama dengan kelompok oposisi Suriah non-ISIS.

Tentang kontroversi pelanggaran konstitusi oleh Obama dengan memerintahkan operasi militer di luar negeri tanpa persetujuan Congress, Obama mengatakan bahwa dirinya memiliki otoritas penuh untuk melakukan hal itu.

Sementara itu Menlu AS John Kerry kini tengah menggalang dukungan negara-negara Arab untuk melawan ISIS. Ia direncanakan akan bertemu dengan sekutu-sekutu regional AS termasuk Turki, di Jeddah, Saudi Arabia.

Kecaman Rusia
Di sisi lain Rusia mengingatkan terjadinya eskalasi konflik di Timur Tengah oleh langkah AS melakukan serangan di Suriah. Tanpa persetujuan pemerintah Suriah, serangan udara terhadap kelompok ISIL bisa berubah menjadi serangan udara terhadap pasukan Suriah.

“Ada alasan kuat untuk mencurigai bahwa serangan-serangan udara di wilayah Suriah tidak saja menghantam wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok militan, namun juga pasukan Suriah untuk melemahkan posisi pasukan Bashar Assad,” kata Menlu Rusia Sergei Lavrov, Selasa (9/9), usai bertemu Menlu Mali yang berkunjung ke Rusia.

Lavrov mendesak AS dan sekutu-sekutunya untuk menghormati hukum internasional dengan meminta persetujuan pemerintah yang sah, sebelum melakukan operasi militer di wilayah suatu negara. Demikian laporan Russia Today, Kamis  (11/9).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL