Sumber: nu.or.id

Bangkalan, LiputanIslam.com– Koordinatorat Daerah (Korda) Nahdlatul Ulama (NU) Madura Raya menggelar Konsolidasi dan Dialog Kebangsaan Pengurus NU se-Madura. Ketua Korda NU Madura Raya, KH Muhammad Makki Nasir mengatakan bahwa dialog kebangsaan dilakukan untuk memperkuat solidaritas, semangat kebersamaan dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Tujuan diadakannya konsolidasi dan dialog kebangsaan ini yaitu untuk memperkokoh soliditas pengurus NU se-Madura dalam berkhidmat kepada NU dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucapnya di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (6/10).

Menurutnya, konsolidasi semakin penting untuk memperkokoh persatuan antara pengurus NU dan tokoh Madura yang meliputi empat kabupaten yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. “Hal itu dalam mewujudkan pembangunan Madura yang lebih maju,” ujarnya.

Sementara Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud yang hadir menjelaskan, NU didirikan atas dasar empat pilar, di antaranya kebangkitan nasionalisme yang dikembangkan melalui pendidikan yaitu madrasah Nahdlatul Wathan.

“Kedua, melalui kebangkitan pemikiran atau Nahdlatul Fikri yang juga disebut dengan Taswirul Afkar. Dan ketiga yakni kebangkitan perekonomian atau Nahdlatut Tujjar, serta keempat melalui peran internasional, yang dimulai dengan dibentuknya Komite Hijaz,” terangnya.

Baca: Tangkis Radikalisme, Kemenag Dorong Moderasi Beragama

“Karenanya, NU selalu bergerak atas dasar empat pilar ini. Itu sebenarnya adalah amanah empat pilar berdirinya NU tadi, dan yang terbaru dengan kampanye perdamaian dunia melalui Islam Nusantara yang disampaikan ke berbagai negara di dunia,” tambah Kiai Marsudi. (aw/NU Online/dutaislam).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*