Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan nilai tukar rupiah pada 2020 di rentang  Rp 13.900 hingga Rp 14.300 per dolar AS.

Perry menyebutkan, ada empat faktor yang akan mendorong rupiah di kisaran Rp 13.900 hingga Rp 14.300 per dolar AS. Keempat faktor tersebut meliputi faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global dan kebijakan-kebijakan internal.

Faktor pertama, prospek ekonomi Indonesia diprediksi akan membaik dari sisi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi lebih rendah dan current account deficit (CAD) terjaga di kisaran dua hingga 3,5 persen dari Produk Domstik Bruto (PDB).

Baca: Rupiah Stagnan di Level Rp 14.241 per Dolar AS

“Dan tentu saja dari sektor keuangan, di mana pertumbuhan kredit membaik,” ujarnya, Jakarta, Senin (17/6).

Menurut dia, membaiknya prosprek ekonomi Indonesia akan memberikan sentimen positif bagi aliran modal masuk ke Indonesia atau inflow, baik dalam bentuk portofolio ataupun Penanaman Modal Asing (PMA).

Faktor kedua, kondisi ekonomi global yang akan membaik karena perang dagang diprediksi mereda dan kebijakan bank sentral di berbagai negara, termasuk The Fed yang lebih dovish.

Faktor ketiga, sinergi antara berbagai kebijakan yang ditempuh BI, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sinergi tersebut akan memperbaiki CAD, mendorong arus modal asing dan pertumbuhan ekonomi.

Faktor terakhir, membaiknya pasar valuta asing (valas). Kondisi valuta asing diprediksi akan lebih baik dibandingkan beberapa tahun yang lalu karena adanya berbagai instrumen yang sudah dikembangkan BI seperti domestic loan delivery forward dan peraturan market operator.

Sementara itu, Pada perdagangan hari ini, Rabu (19/6), rupiah diprediksi menguat. Menurut Bloomberg, pergerakan rupiah di pasar spot dibuka menguat 62 poin atau 0,43 persen di level Rp14.264 per dolar AS.

Rupiah melanjutkan penguatannya setelah mampu rebound dan berakhir terapresiasi 11 poin atau 0,08 persen di level Rp14.326 per dolar AS pada perdagangan Selasa (18/6).

Pada pagi ini, pergerakan indeks dolar terpantau bergerak negatif dan melemah 0,02 persen atau 0,019 poin ke level 97,625 dari posisi sebelumnya 97,637. (sh/republika/market.bisnis)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*