Washington, LiputanIslam.com–Kematian pejabat AS John McCain menyebabkan perdebatan panas mengenai nilai-nilai Amerika yang direpresentasikan olehnya. Sebagian memuji McCain sebagai “pahlawan”, sebagian mempertanyakan integritas moralnya sebagai seorang “pro-perang”.

Perdebatan ini bisa dilihat dari laman media sosial, di mana para netizen membagikan perasaan mereka tentang kematian McCain.

Banyak orang menuliskan pesan duka cita kepada keluarga McCain, namun banyak juga yang mengkritiknya atas rekam jejaknya dalam mendorong perang-perang AS di dunia.

Selama 36 tahun karirnya di Kongres, McCain mendapat reputasi sebagai seorang non-konformis dari partai Republik yang tidak segan melempar tentara Amerika ke dalam konflik-konflik berbahaya. McCain diketahui mendorong intervensi militer di banyak negara seperti Bosnia, Kosovo, Georgia, Korea Utara, Irak, Afghanistan, Iran, Suriah, Kuwait, Libya, Nigeria, dan Mali.

McCain juga dengan gigih mendorong kebijakan-kebijakan pemerintah yang membuka sekat terhadap Rusia dan Cina. Kebijakan-kebijakan seperti ini oleh beberapa pengguna Twitter dianggap agresif dan mencelakakan.

Sejumlah netizan pun menyebutnya sebagai ‘penghasut perang,’ mengingat pertemuan McCain dengan para militan di Suriah. Dia juga disebut melakukan konspirasi “dengan Hillary dan Obama untuk menciptakan ISIS.” Netizen lain menudingnya telah mengorbankan seluruh negara untuk mencapai keinginannya untuk “menghapus Suriah, Iran, Irak, Palestina, dan Vietnam dari peta.”

“Jika kamu seorang non-intervensionis, kamu seharusnya tahu bahwa McCain adalah seorang penghasut perang di dalam kantong industri militer dan bertanggungjawab terhadap ratusan ribu orang mati…,” tulis seorang pegguna Twitter. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*