Tel Aviv, LiputanIslam.com—Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meresmikan sebuah pemukiman ilegal baru di Dataran Golan dalam rangka menghormati jasa Presiden AS Donald Trump.

Pemukiman yang dinamakan “Dataran Tinggi Trump” itu diresmikan pada hari Minggu (16/6). Dalam upacara peresmian itu, Netanyahu dan istrinya, Sara, Duta Besar AS untuk Israel David Friedman dan istrinya, Tami, berpose bersama-sama di depan sebuah poster besar dengan tulisan dalam bahasa Ibrani “Ramat Trump”.

Nama itu disematkan karena Presiden ke-45 AS itu dianggap berjasa mengakui wilayah Dataran Tinggi Golan sebagai milik rezim Israel, meski tindakan itu melanggar konsensus komunitas internasional.

“Golan adalah milik Israel dan akan tetap seperti itu,” kata Netanyahu dalam upacara peresmian. Ia kemudian menggambarkan Trump sebagai “sahabat luar biasa Israel yang telah mengambil keputusan yang belum pernah diambil sebelumnya.”

Merespon hal ini, Trump menyatakan rasa terima kasihnya kepada Netanyahu lewat Twitter. Ia menyebut penamaan pemukiman itu sebagai “kehormatan besar.”

Pada 25 Maret, Trumpe menandatangani proklamasi yang secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah pun menyebut keputusan AS itu sebagai “serangan terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah” Suriah. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*