Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juli 2019 mencapai 15,45 miliar dolar AS, turun 5,12 persen dibandingkan Juli 2018. Sedangkan nilai impor mencapai 15,51 miliar atau turun 15,21 persen dibandingkan Juli 2018.

Dengan nilai impor yang lebih tinggi, neraca perdaganagn Juli 2019 mengalami defisit sebesar 63,5 juta dolar AS.

Sementara itu, jika dihitung dari periode Januari hingga Juli 2019 total ekspor mencapai 95,79 miliar dolar AS. Angka tersebut turun 8,02 persen dari periode sama tahun lalu.

Baca: BPS: Neraca Perdagangan Juli 2019 Defisit hingga 63,5 Juta Dolar AS

Sedangkan, total impor sepanjang Januari-Juli mencapai 97,68 miliar dolar AS, turun 9 persen dibanding nilai impor pada periode sama tahun lalu sebesar 107,35 miliar dolar AS.

Kepala BPS mengatakan, pemerintah harus mengidentifikasi komoditas yang bisa diandalkan. Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan pembenahan dari sisi internal.

“Kita perlu identifikasi komoditas-komoditas tertentu untuk AS dan China. Kita tidak boleh hanya melihat eksternal, tapi internal perlu pembenahan,” ujar Suhariyanto, Kamis (15/8).

Dia menjelaskan, dalam membenahi neraca perdagangan Indonesia, hilirisasi masih menjadi persoalan utama. Sebab, melalui hilirisasi penyediaan lapangan pekerjaan bisa ditingkatkan dan industri turunan bisa dikembangkan.

Untuk itu, menurutnya, pemerintah harus terus melanjutkan reformasi birokrasi berbagai perizinan agar upaya industrialisasi di dalam negeri bisa menjadi lebih efisien. (sh/republika/cnbcindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*