Pemudik pakai motor

Pemudik pakai motor

Jakarta, LiputanIslam.com – Nyawa melayang dengan mudahnya tidak hanya terjadi di Palestina, Suriah maupun Gaza, namun juga terjadi di Indonesia. Saat Lebaran, masyrakat berduyun-duyun pulang ke kampung halaman, yang lazim disebut mudik. Dan setiap tahunnya, mudik selalu menelan korban.

Dari laporan Detikcom, Polri mencatat sebanyak 400 orang meninggal dunia dari 1.817 kasus kecelakaan terhitung hingga 30 Juli 2014 atau selama musim mudik. Dari jumlah tersebut angka kecelakaan masih didominasi oleh para pemudik yang menggunakan motor.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Agus Rianto mengatakan, selain korban meninggal dunia, sebanyak 638 pemudik mengalami luka berat karena kecelakaan di jalur mudik, dan 2.332 orang luka ringan.

“Apabila kita bandingkan dengan tahun lalu, terjadi penurunan 13 persen. Korban meninggal dunia turun 71 orang atau sekitar 15 persen,” kata Agus di Gedung Divisi Humas Polri Jl Senjaya, Jakarta.

Dari jumlah angka tersebut, pemotor masih mendominasi kecelakaan. Tercatat 2.246 kasus, sementara roda empat terhitung 340 unit, bus 245 unit atau naik 75 persen dari tahun lalu, dan mobil barang ada 294 kasus atau naik 9 persen.

Agus menambahkan, Polri memprediksi puncak arus balik terjadi pada Jumat dan Sabtu besok. Hal ini dikarenakan aktivitas masyarakat yang kembali normal Senin pekan depan.

Untuk pemudik yang bersiap meninggalkan kampung halaman, berikut ini adalah tips aman dari Porlantas Polri, yang dilansir Gatracom.

10 Tips mudik aman dengan kendaraan sendiri:

1. Persiapkan diri Anda baik secara fisik maupun psikologis. Sebaiknya tidak berangkat setelah pulang kerja, karena selain badan capek, psikologi Anda juga lelah.

2. Periksa kesehatan Anda terlebih dahulu, terutama jika Anda memiliki riwayat sakit tertentu. Jangan lupa membawa obat-obatan sesuai kebutuhan.

3. Siapkan makanan dan minuman terutama untuk anak-anak di bawah lima tahun. Sebaiknya tidak membeli makanan sembarangan di pinggir jalan.

4. Siapkan peta mudik dan pastikan peta mudik anda terbaharui. Gunakan alat bantu petunjuk arah, missal kompas atau GPS, jika diperlukan.

5. Siapkan alat komunikasi seperti handphone dalam kondisi online untuk memudahkan dalam melakukan panggilan jika diperlukan. Jangan lupa membawa charger mobil.

6. Jika memerlukan pertolongan medis, gunakan posko-posko kesehatan yang diberikan oleh pemerintah di sepanjang arus mudik.

7. Dilarang mengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk. Istirahat secara periodik untuk mengatasi lelah dan mengantuk. Ingat keluarga menunggu di rumah.

8. Jika stamina tubuh terasa berkurang, jangan memaksakan diri dengan meminum obat atau minuman yang dapat menambah tenaga tubuh sesaat.

9. Periksa kondisi kendaraan dan pastikan kondisinya prima, mulai dari tekanan ban, oli, saringan udara, aki dan kelistrikan. Bawa sikring (fuse) cadangan bila diperlukan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL