Sumber: baitperjuangan.wordpress.com

Palu, LiputanIslam.com– Cendekiawan muda Indonesia, Yudi Latif mengatakan bahwa modal sosial adalah kunci dalam pembangunan Indonesia. Sebelum membangun keterampilan, finansial, dan pengelolaan sumber daya alam, hal yang utama adalah membangun modal sosial. Sebab, itulah yang bisa membuat kita bersatu dan maju.

“Indonesia itu negara yang luas dengan segala keragamannya tantangan utama pembangunan nasional kita, sebelum membangun modal keterampilan, modal finansial, modal sumber daya alam, hal yang utama itu namanya modal sosial. Modal yang bisa membuat kita bersatu,” ucapnya di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Sabtu (12/10).

Modal sosial itu, terang Yudi, harus masuk dalam politik pendidikan dan politik kebudayaan, dengan pengembangan program pendidikan sehingga yang berbeda dapat saling terhubung atau terkoneksi. “Mestinya harus memperbanyak ruang-ruang perjumpaan. Dengan demikian kita mengembangkan kebiasaan bergaul di dalam keragaman-keragaman,” katanya.

“Bila yang berbeda sering ketemu dan berjumpa, maka akan terjalin koneksivitas hati dan pikiran, sehingga bisa terbangun kesamaan pandangan,” tambahnya.

Yudi juga mengakui, saat ini ruang-ruang perjumpaan di Indonesia memang mulai mengkerut. Ini terlihat dari sekolah-sekolah, perumahan, dan pekerjaan yang mulai bersifat eksklusif (tertutu). Oleh karena itu, menurutnya adalah tugas negara agar mampu mengatur lebih banyak ruang-ruang perjumpaan.

“Kalau kita hidup bersama, maka mestinya senasib, sepenanggungan, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” tandasnya. (aw/republika/indonesiainside).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*