Nazaruddin, salah satu koruptor yang sedang kuliah S2 di Lapas

Nazaruddin, salah satu koruptor yang sedang kuliah S2 di Lapas

Bandung, LiputanIslam.com–Terpidana kasus korupsi yang dipenjara di Lapas Sukamiskin, Bandung, ternyata bisa meraih gelas S2 di bidang hukum. Pasalnya, sejak bulan April 2004, pihak Lapas telah menjalin MoU dengan Universitas Pasundan (Unpas), Bandung untuk pelaksanaan kuliah S2 di dalam Lapas.

Dosen yang didatangkan ke Lapas untuk memberi kuliah berasal dari Unpas dan Unpad. Sementara persyaratan akademisnya disamakan dengan program reguler yang diterapkan di Unpas.

“Program pendidikan S2 di Lapas Sukamiskin adalah yang pertama di Indonesia, diharapkan ini menjadi contoh program pendidikan lanjutan di LP,” kata Kepala Lapas Sukamiskin IA Bandung Marselina Budiningsih, seperti dikutip Republika (25/11).

Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan itu diantaranya narapidana Rudi Rubiandini, M Nazaruddin, Luthfi Hasan Ishak, dan Indar Atmanto. Biaya kuliah yang harus dibayar para napi adalah Rp 30 juta.

KPK Mengkritik

Fasilitas kuliah S2 yang diberikan Lapas Sukamiskin ini mendatangkan kritik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ini tentu juga bukan sekedar persoalan sepele, naif, dan tidak etis. Ini jelas persoalan akal sehat, nurani yang tumpul dan keberpihakan pada kemaslahatan yang substantif dan fundamental,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, seperti dikutip Detikcom (3/12/2014).

Bambang menyampaikan, fasilitas yang didapatkan para koruptor ini mengejutkan dan ironis. “Ada begitu orang papa dan miskin, sampai saat ini, tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya apalagi untuk ambil sekolah pasca sarjana,” sindir Bambang.

Orang menjadi miskin karena korupsi yang dilakukan para koruptor. Kini para koruptor ini menikmati sekolah S2 dengan biaya yang boleh dibilang tak seberapa dengan ukuran hasil korupsi mereka.

“Salah satu penyebab mereka menjadi miskin karena korupsi yang merajalela di hampir seluruh sistem dan kehidupan publik. Ini tentu bukan hanya perdebatan, apa sih tujuan dari penghukuman dan maksud hukum untuk memberikan sanksi pada para koruptor pelaku kejahatan,” tutup dia. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL