Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan program minyak goreng wajib kemasan pada tahun depan.

Program tersebut dikeluarkan untuk menjaga kualitas dari minyak goreng yang bisa berdampak pada kesehatan. Minyak goreng curah yang beredar saat ini bahan bakunya terbuat dari minyak bekas pakai yang tidak sehat.

Selain itu, produsen minyak goreng curah juga sering kali memanipulasi harga dan takaran minyak di pasaran.

Baca: Inovatif! UGM Ubah Minyak Jelangtah Menjadi Biosolar

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan, dengan adanya minyak goreng wajib kemasan, pasti ada kenaikan harga. Akan tetapi, kenaikan tersebut hanya ongkos bungkus saja.

“Kenaikan harga pasti ada, tapi hanya harga packaging cost saja. Karena kalau yang curah kan enggak pakai packaging,” kata Airlangga, Senin (7/10).

Dia menerangkan, peredaran minyak goreng curah itu dilarang di pasaran. Minyak goreng yang boleh beredar adalah minyak goreng yang sudah dikemas.

“Minyak curah dilarang ke pasaran, kalau antara pabrik dengan pabrik packaging boleh. Tapi pabrik tidak boleh menjual ke consumer direct, jadi kalau ke consumer harus masuk di dalam kemasan dulu,” terangya. (sh/republika/economy.okezone)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*