Washington,LiputanIslam.com—Jenderal militer AS menyebutkan bahwa mereka masih terus memberikan bantuan kepada Arab Saudi dalam perang Yaman. Pernyataan ini disampaikan beberapa hari setelah para angota parlemen AS bersepakat untuk mengakhiri keterlibatan pemerintah Amerika dengan Arab Saudi di Yaman.

Meski begitu, AS hingga saat ini masih terus memberikan dukungan kepada koalisi pimpinan Arab Saudi yang hingga saat ini masih terus menggempur Yaman.

Dewan Perwakilan Rakyat AS memberikan suara yang sangat besar pada hari Rabu lalu, meminta agar Presiden Donald Trump segera mengakhiri keterlibatannya di Yaman dalam waktu 30 hari.

AS telah menyediakan bom dan senjata lainnya, serta dukungan intelijen kepada koalisi.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan sekitar 10.000 orang telah tewas sejak Arab Saudi melancarkan perangnya di Yaman pada 2015, tetapi kelompok-kelompok HAM menyatakan jumlah korban tewas bisa lima kali lebih tinggi.

Jika Senat memberikan resolusi pada Yaman, itu dapat memaksa Trump untuk mengeluarkan veto pertama masa jabatannya.

Dalam komentar lain di sela-sela pameran militer di Abu Dhabi, Hill, wakil komandan Pusat Angkatan Darat AS, mengatakan Komando Sentral AS tetap fokus pada pertempuran Al-Qaeda dan Daesh (ISIL atau ISIS) di Timur Tengah.

“Saya percaya bahwa akhir dari kekhalifahan fisik tidak berarti akhir dari ISIS,” katanya.

“Kami akan terus bekerja sama dengan mitra kami di seluruh wilayah di sini untuk melakukan hal itu.”

Pada Desember, Trump mengejutkan sekutu ketika dia mengumumkan akan menarik 2.000 tentara AS dari Suriah dan mengklaim telah berhasil menghancurkan ISIS.

Rencana penarikan diatur untuk dipercepat setelah pengumuman kemenangan.

“Kami sedang melakukan penarikan dari Suriah … tetapi saya yakin bahwa kami tetap memiliki sikap untuk terus berjuang melawan ISIS,” kata Hill. (fd/Tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*