Potret kapal induk AS, USS Abraham Lincoln. Sumber:Sputnik/Drian M Wilbur

LiputanIslam.com—Para pejabat militer AS yang bertugas di kapal induk USS Abraham Lincoln mengaku bahwa misi mereka saat ini adalah untuk membendung serangan Iran. Tak hanya itu, mereka juga menambahkan, siap melancarkan serangan terbuka jika mendapatkan perintah.

“Kami siap mempertahankan Amerika dan kepentingannya jika mendapatkan perintah. Pekerjaanku adalah hadir di sini, siap, dan melakukan upaya pertahanan jika diperlukan,” ucap Laksamana Muda, Michael Boyle.

Kapal induk USS Abraham Lincoln telah dikirim ke Timur Tengah pada Mei lalu, pasca Washington mengklaim munculnya sejumlah masalah dan bahaya dari iran. Meskipun begitu, kapal induk tersebut tidak berlayar melewati Selat Hormuz, sebuah jalur strategi yang menghubungkan produsen minyak di Timur Tengah dengan pasar minyak global.

Baca:Iran Mulai Bangun Pusat Produksi Isotop di Pusat Nuklir Fordow

Ketegangan AS-Iran semakin memuncak pasca ditembak jatuhnya pesawat nirawak AS karena dianggap melanggar kedaulatan wilayah Iran.

Pasca insiden tersebut, AS segera melayangkan permintaan resmi kepada beberapa negara untuk membentuk koalisi maritim guna mengamankan lalu lintas dagang di Teluk Persia. Beberapa negara yang dimaksud adalah Jerman, Prancis, Inggris, Jepang, Korsel, Australia. Namun, hingga saat ini hanya Inggris yang mau menerima tawaran tersebut, sementara Israel bersedia memberikan pelayanan intelijen.

Menlu Iran, M. Javad Zarif, mengomentari koalisi maritim tersebut dengan menyebutnya “jalan di tempat” dan tak akan berhasil mencapai tujuannya.

Senin (12/8), angkatan laut Inggris mulai mengirimkan kapal perangnya ke Teluk Persia untuk bergabung dengan angkatan laut Amerika. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*