Sumber Foto: Tribun

Jakarta, LiputanIslam. Com—Gelombang aksi massa tak menghiraukan larangan aparat kepolisian untuk melakukan demo di sekitar gedung MK.  Berdasarkan pantauan Kompas, pada pukul 12.50 WIB, jumlah massa semakin banyak dan memenuhi Jalan Medan Merdeka Barat.

Terlihat koordinator lapangan yang juga Mantan Penasehat Komisi Pemberantasan (KPK) Abdullah Hehamahua, Menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Muhammad Alatas, serta Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ustad Sobri Lubis.

Baca: Prabowo Inginkan Pemerintah Bebaskan Pendukungnya dari Jerat Hukum

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan, mengatakan pihaknya tetap mengikuti arahan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk tidak mengizinkan massa  melakukan aksinya di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi ( MK), Gambir, Jakarta Pusat.

“Kalau polisi ada tahapan SOP-nya, jelas perintah pimpinan enggak boleh,” ucap Harry, Rabu (26/6), seperti dilansir Tribun.

Berdasarkan penjelasan Kapolri,  Tito Karnavian,  alasan pelarangan aksi didasarkan atas UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Di dalam Pasal 6 UU itu,  ada lima unjuk rasa yang tidak boleh , di antaranya tidak boleh mengganggu ketertiban umum,  publik,  dan tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain,  serta harus menjaga kesatuan bangsa.  (Ay/Kompas/Tribun)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*