Tehran,LiputanIslam.com—Seorang pejabat senior energi Iran mengatakan pada Sabtu (5/1), bahwa semua negara yang memperoleh keringanan dari Amerika Serikat untuk tetap melakukan impor minyak Iran, patuh terhadap sanksi yang diberikan oleh AS. Atas dasar itu, ia mencatat bahwa Teheran berharap agar segera menemukan pembeli baru.

Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran tahun lalu dan menerapkan sanksi untuk mencekik industri minyak dan perbankan Iran. Sanksi ini diberlakukan dengan catatan tetap membiarkan delapan negara untuk membeli minyak mentah dari Republik Islam.

“China, India, Jepang, Korea Selatan dan negara-negara lain yang diberikan keringanan dari Amerika untuk mengimpor minyak Iran bahkan tidak mau membeli satu barel lagi dari Iran,” ucap Amir Hossein Zamaninia, wakil menteri minyak Iran untuk perdagangan dan urusan internasional, seperti dikutip oleh kantor berita Kementerian Minyak SHANA.

Namun, tanpa memberikan perincian, Zamaninia mengatakan: “Meskipun ada tekanan AS di pasar minyak Iran, jumlah pembeli potensial minyak Iran telah meningkat secara signifikan. Ini terjadi karena pasar yang kompetitif, keserakahan, dan para pelaku bisnis yang mengejar lebih banyak keuntungan.”

Pengecualian 180 hari untuk tetap boleh melakukan impor minyak juga diberikan kepada Italia, Yunani, Taiwan dan Turki.

Melalui sanksi yang diberikan, Washington berupaya agar penjualan minyak Iran benar-benar mencapai angka nol. Hal ini dilakukan untuk mengekang program pengembangan nuklir Iran serta mengurangi pengaruh Iran di daerah Timur Tengah.

Iran telah mendesak negara-negara Eropa, yang masih berkomitmen pada kesepakatan nuklir, untuk menentang sanksi dengan menciptakan mekanisme keuangan yang memfasilitasi pembayaran penjualan minyak Iran.

Zamaninia mengatakan mekanisme itu, yang dikenal sebagai SPV (Special Purpose Vehicle for trade), akan membantu tetapi tidak dapat menyelesaikan masalah. Karena pengaruh AS akan tetap mempengaruhi kebijakan-kebijakan negara-negara Eropa.(fd/memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*