Tedjo-Edy-Purdjianto-600x350Jakarta, LiputanIslam.com — Pemerintah meminta aparat keamanan untuk meningkatkan upaya untuk mencegah penduduk bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), terutama di daerah konflik seperti Poso di Sulawesi Tengah. Dari laporan intelejen, disebutkan bahwa daerah tersebut menjadi tempat pelatihan jihadis.

“Pemerintah mendeteksi adanya perkembangan ISIS di Poso, terutama di daerah pegunungan, tempat tersebut diyakini sebagai sarang teroris,” ucap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdijanto.

Ia menambahkan, ada sekitar 110 orang asing yang teridentifikasi menjadi anggota ISIS, adalah kawanan yang pernah terlibat konflik komunal di awal tahun 2000-an.

“Banyak penduduk lokal dan warga asing yang telah memasuki Poso. Presiden meminta kami untuk mengambil tindakan pencegahan agar tidak mengganggu kehidupan orang-orang di kawasan itu,” jelas Tedjo.

Tedjo juga mengatakan bahwa pihaknya juga akan bekerja sama dengan kantor imigrasi untuk memantau keluar-masuknya orang-orang ke daerah itu.

“Ini sangat mengkhawatirkan. Gubernur Sulawesi Tengah dan bupati setempat telah meminta bantuan untuk menangani kehadiran ISIS di sana, “kata Tedjo.

Dari laporan thejakartapost.com, pada bulan September, polisi di Poso menangkap tujuh tersangka jihadis, termasuk empat orang diduga berasal dari Cina Turkestan, yang berencana untuk bergabung dengan kelompok jihad di Indonesia timur, yang kerap disebut kelompok Santoso. Kelompok ini telah menyatakan berbaiat kepada ISIS.

Kemudian, pihak kepolisian kembali menangkap 4 orang asing asal Turki di kota Parigi Moutong. Keempatnya, hendak melakukan perjalanan menuju Poso.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Ari Dono Sukmanto pun meyakini bahwa kelompok garis keras di Poso telah bergabung dengan ISIS, sebagaimana simbol-simbol yang mereka gunakan mirip dengan simbol ISIS, seperti bendera hitam.

Sementara itu, pakar terorisme Solahudin menyatakan, bahwa kelompok Santoso adalah jaringan teroris yang saat ini paling aktif di Indonesia. Hampir semua serangan teror tahun ini di Tanah Air, terkait dengan Santoso. Meski begitu, Solahuddin meminta masyarakat untuk tetap tenang.

“Masyarakat memang harus waspada, tetapi tidak usah terlalu khawatir. Kepolisian telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi ancaman ini,” jelas dia. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL