Washington, LiputanIslam.com–Menteri Luar Negeri Israel, Katz, dan rekannya dari Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed Al Khalifah, melakukan pertemuan resmi untuk pertama kalinya dalam kunjungan ke AS.

“Kemarin saya bertemu secara terbuka dengan menlu Bahrain,” tulis Katz lewat sebuah cuitan pada hari Kamis (18/7).

Di dalam cuitan tersebut, Katz juga mengunggah foto kedua menteri yang sedang berdiri berdampingan sambil tersenyum.

Mesir dan Yordania adalah satu-satunya negara Arab yang mempertahankan hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa pemerintah Arab lainnya menjalin hubungan yang semakin dekat dengan Tel Aviv di tengah kepentingan bersama yaitu melawan Iran.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, Kemenlu Israel menyebut pertamuan kedua menteri ini “dikoordinasikan dari balik layar oleh Deplu AS sebagai bagian dari isi konferensi kebebasan beragama yang diatur oleh Menlu AS, Mike Pompeo.”

Pertemuan itu fokus pada isu Iran dan ancaman regional serta kerja sama antar negara Timur Tengah.

Pada akhir Juni lalu, Bahrain terang-terangan menyatakan diri ingin menjalin hubungan “damai” dan “lebih baik” dengan Tel Aviv. Mereka ingin mengakui “hak eksistensi Israel”.

“Siapa yang kami tawarkan perdamaian lewat Prakarsa Perdamaian [Arab]? … Kami menawarkannya kepada Israel,” kata seorang pejabat Bahrain. “Kami ingin hubungan yang lebih baik dengan mereka.” (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*