Sumber: liputan6.com

Palangkaraya, LiputanIslam.com— Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim ekspor perkebunan mengalami kenaikan dari 300 ribu per ton menjadi 2,4 juta ton per tahun. Peningkatan ekspor tersebut sekitar 800 persen.

Amran menyampaikan, lonjakan ekspor perkebunan ini terjadi seiring optimalisasi yang telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) setiap tahunnya.

Baca: Asing Boleh Kuasai 95 Persen Industri Perkebunan dan Pertanian

“Per tahun ekspor perkebunan naik jadi 2,4 juta ton pertahun dari yang awalnya 300 ribu ton. Menurut data BPS, secara keseluruhan ekspor naik dari 33 juta ton (4 tahun lalu), menjadi 42,5 juta ton pada 2018, meningkat 9 juta ton,” kata Amran, Palangkaraya, Kamis (18/7).

Dia menyebutkan, nilai peningkatan ekspor tersebut mencapai Rp 352 triliun. Secara akumulasi, peningkatan ekspor perkebunan sebesar Rp 1.900 hingga Rp 2.000 triliun.

Mentan menargetkan perkebunan Indonesia menjadi nomor satu di dunia pada 2024. Dia ingin membangkitkan kejayaan rempah Indonesia.

“Kita harus bangkitkan kejayaan rempah Indonesia. Saat ini bahkan ekspor pertanian kita didominasi oleh komoditas perkebunan. Demi meningkatkan produktivitas, Kementan sudah memulai penyiapan benih unggul gratis sejak 3 tahun lalu dengan dengan anggaran Rp 5,5 triliun,” kata dia.

Pada Kamis (18/7), Kementan meluncurkan BUN500, program distribusi benih unggul perkebunan 500 juta batang 2019-2024 secara gratis untuk masyarakat khususnya perkebunan rakyat. Dia berpesan agar program ini bisa dilakukan secara terencana dan efektif.

“Distribusi benih gratis ini harus dengan memperhatikan keunggulan komparatif suatu daerah: agro klimat, dan kultur tanam. Tidak boleh diecer, pembagian benih unggul harus skala ekonomi sehingga bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (sh/merdeka/liputan6)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*